JAKARTA - Kepolisian RI terus memburu mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin yang kabur ke luar negeri. Namun, Polri mengakui perburuan ini tidak mudah dan banyak kendala termasuk penggunaan identitas palsu oleh Nazaruddin.
"Yang bersangkutan ada di suatu negara. Dia (Nazaruddin) diduga melakukan penggelapan identitasnya sendiri. Kita sudah kirim red notice, paspor sudah dibatalkan," ujar Sutarman usai apel penyerahan motor pengurai massa, di lapangan Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Sabtu, (6/8/2011).
Dia menjelaskan, penggunaan identitas palsu tersebut bisa berjalan lancar karena negara yang tujuan Nazaruddin tidak terlalu peduli persoalan tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Sutarman juga lagi-lagi menegaskan bahwa Polri sudah mengetahui lokasi persembunyian Nazaruddin. Namun, polisi tidak berwenang menangkapnya. Bahkan kata dia, pihak kepolisian sendiri sudah mengetahui posisi bekas Bendahara Umum Partai Demokrat itu sejak diwawancara oleh koleganya di Partai Demokrat Iwan Piliang melalui skype. Meski demikian, Sutarman tidak menjelaskan detail lokasi negara yang dimaksud.
"Dia berpindah-pindah. Pada saat skype, kita sudah ketemu tempatnya, tapi dia sudah bergerak berkeliling. Negara itu tidak mau tahu dia pake identitas palsu atau tidak karena menjadi urusan negara yang mengeluarkan identitas itu. Memang kita masih mengalami berbagai kendala tapi kita ikuti," kata dia.
(Insaf Albert Tarigan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.