JAKARTA - Bungkamnya Muhammad Nazaruddin seakan membawa angin segar bagi Partai Demokrat. Partai Demokrat kini bisa bernafas lega karena sikap Nazaruddin menunjukkan tuduhannya kepada elite partai selama pelarian, hanyalah fitnah.
Ketua Departemen Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum DPP Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin, menegaskan partainya tetap menginginkan tuntasnya proses hukum perkara dugaan suap proyek wisma atlet SEA Games yang menyeret Nazaruddin.
"Dengan demikian hitam putih bahwa tudingan itu benar atau hanyalah sekadar fitnah belaka, akan terungkap," kata Didi kepada okezone, Jumat (19/8/2011).
Didi berharap Nazaruddin membuktikan tuduhannya dengan memberi keterangan termasuk menyertakan bukti hukum saat diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dengan begitu, kasus dugaan suap termasuk permainan mafia anggaran proyek kementerian bisa terungkap.
"Kalau tidak, justru kami menjadi bertanya-tanya, jangan-jangan tuduhan Nazaruddin hanyalah isapan jempol belaka. Sebab ternyata setelah tiba di hadapan KPK, belum terlihat adanya bukti yang bisa meyakinkan publik bahwa tudingannya memang benar," kata dia.
Anggota Komisi Hukum DPR ini menduga klaim Nazar bahwa dia memiliki sejumlah bukti terkait kasus suap wisma atlet dan tuduhan kepada pimpinan KPK, hanya gertakan semata.
"Soal bukti dokumen, compact disc, CCTV, alat rekam, dan sebagainya, jangan-jangan cuma gertak sambal dan mengada-ada saja," pungkasnya.
Kendati begitu, Didi meyakini KPK memiliki strategi sendiri untuk mengungkap kasus tersebut. "KPK pasti akan melihat dan meng-cross check dengan alat bukti lainnya. Saya percaya bahwa KPK tentu profesional dan tidak akan hanya bersandar pada pengakuan Nazar semata," katanya.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.