Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pasien Miskin Terlantar 21 Hari di Teras Rumah Sakit

Deddy Pranata , Jurnalis-Rabu, 02 November 2011 |04:21 WIB
Pasien Miskin Terlantar 21 Hari di Teras Rumah Sakit
Ilustrasi
A
A
A

PALEMBANG - Sudarman (21), warga Desa Lubuk Pedaro, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, terlantar di teras Instalasi Rawat Darurat (IRD) RS Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang, setelah divonis dokter menderita tumor ginjal.

Sejak datang ke RSMH Palembang 21 hari yang lalu, Darman harus menumpang di ruang tunggu yang berada di teras IRD rumah sakit tersebut. Padahal Darman mengidap penyakit serius.

"Dokter selalu beralasan kalau kamar untuk nginap sedang penuh. Kami sampai sekarang belum mendapat panggilan untuk menetap di sebuah kamar," ujar Suciwati (40), ibunda Darman, Selasa (1/11/2011) malam.

Darman sudah menderita tumor ginjal selama enam bulan. Awalnya, dia mengetahui gejala penyakit tersebut ketika mengeluarkan darah saat buang air kecil.

"Kami langsung membawanya ke RS Lahat. Setelah diperiksa, kami baru mengetahui kalau kalau anak sulung kami menderita tumor ginjal dan harus segera dioperasi. Oleh karena kami tidak mampu, kami pun memakai jasa Jamsoskes Sumsel Semesta untuk pergi ke RSMH Palembang," ujar Suciwati, yang tidak henti mengeluarkan air mata.

Namun, jangankan perawatan, Darman malah harus rela tidur di luar selama 21 hari di teras IRD RSMH Palembang. "Kalau perutnya sakit, kami beli obat di apotik yang ada di dalam ruang IRD. Hargannya Rp25 ribu. Kami melakukan itu sejak tiba di sini," urainya.

Kepala Bagian Pelayanan Medis RSMH Palembang, dr Silvy mengatakan bahwa kamar di RSMH Palembang memang sering penuh. Jika tersedia ruang kosong, pihaknya tidak mungkin membiarkan pasiennya terlantar di luar ruangan.

Silvy juga menyarankan agar Darman menemui dokter spesialis bagian tumor untuk mengetahui ganas atau tidaknya tumor ginjal yang sedang dideritannya.

"Kalau memang sudah parah, dia bisa dirawat di Instalasi Rawat Darurat (IRD). Namun, jika hanya perlu rawat jalan, tidak bisa dirawat di IRD. Oleh karena tempatnya jauh, satu-satunya cara adalah menunggu kalau ada kamar yang kosong," ujarnya.

(Dede Suryana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement