Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Basarnas Hentikan Pencarian Cessna 172

Anton Suhartono , Jurnalis-Rabu, 23 November 2011 |09:59 WIB
Basarnas Hentikan Pencarian Cessna 172
Basarnas cari Cessna 172 menggunakan helikopter. (Dok: Sindo TV/Wahyu Y)
A
A
A

JAKARTA - Badan SAR Nasional (Basarnas) menghentikan pencarian pesawat Cessna 172 dengan registrasi PK-NIP milik Nusa Flying International School yang diduga jatuh di kawasan pegunungan di daerah Situ Lembang, Jawa Barat.

Pencarian selama tujuh hari melalui udara, terhitung sejak pesawat kali pertama dinyatakan hilang, Rabu 16 November lalu, belum membuahkan hasil.

Humas Basarnas Gagah Prakoso mengungkapkan seluruh rute dan titik-titik pegunungan yang diduga lokasi keberadaan pesawat mulai dari Kabupaten Indramayu, Majalengka, Subang, Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan Purwakarta, sudah disusuri, namun pencarian masih nihil. Pihaknya sudah bekerja semaksimal mungkin.

“Selama tujuh hari ada lima heli dan pesawat sudah susuri semua titik berdasarkan sinyal dan laporan dari warga, tapi hasilnya belum ada,” terang Gagah saat dikonfirmasi okezone, Rabu (23/11/2011).

Sesuai aturan, lanjut Gagah, setelah pencarian selama tujuh hari belum membuahkan hasil, maka Basarnas akan menghentikan pencarian. Selanjutnya, pihaknya akan melakukan evaluasi dan menunggu data-data yang lebih akurat dari Tim SAR, warga, dan kelompok pecinta alam yang masih melakukan pencarian secara swadaya.

“Nanti kalau kami mendapat laporan yang lebih akurat dan lebih pasti mengenai lokasi, baik itu bangkai atau serpihan pesawat, maka tim akan dikerahkan kembali,” sambungnya.

Gagah kembali menegaskan salah satu hambatan yang dihadapi adalah perangkat teknologi sinyal darurat yang tidak terintegrasi dalam pesawat latih itu.

“Ini masalah teknologi, frekuensi 121,5 megahertz MHz itu sudah ditinggalkan. Sekarang sudah eranya 406 MHz jadi sinyal ELT (emergency locator transmitter) itu tidak terlacak. Ini sudah standar internasional,” sebutnya.

Dia menjelaskan, kasus pesawat jatuh di Langkat, Sumatera Utara, cepat terdeteksi karena pesawat jenis Cassa dilengkapi dengan perangkat sinyal standar.

“Kalau pakai frekuensi 121,5 MHz seperti kembali ke 20 atau 30 tahun lalu. Kita harus cari dengan mata yang harus melek ke bawah, tapi kalau pakai 406 MHz koordinat posisi pesawat langsung terdeteksi otomatis,” tuturnya.

Seperti diketahui, pesawat Cessna 172 PK-NIP hilang kontak pada Rabu pekan lalu sekira pukul 08.20 WIB. Pesawat dalam perjalanan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, menuju Bandara Penggung Cirebon, Jabar. Pesawat ditumpangi dua siswa Nusa Flying International School yakni Muhammad Fikriansyah dan Agung Febrian, serta seorang instruktur Kapten Partogi Sianipar.

(Dian AF)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement