Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polisi Jualan Narkoba Bukti Pengawasan Internal Lemah

Misbahol Munir , Jurnalis-Kamis, 24 November 2011 |10:32 WIB
Polisi Jualan Narkoba Bukti Pengawasan Internal Lemah
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Politikus Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin menyayangkan jika dugaan keterlibatan pihak kepolisian dalam penjualan narkoba di Papua benar-benar terjadi. Pihaknya meminta agar pihak kepolisian memberi sanksi yang berat terhadap pelaku.

"Sungguh disayangkan justru aparat yang melakukan perbuatan tercela. Harus ditindak tegas," ujar Didi kepada okezone, Kamis (24/11/2011).

Menurut anggota Komisi III DPR itu, keterlibatan oknum kepolisian merupakan bentuk lemahnya sistem pengawasan di internal kepolisian. Seharusnya pihak kepolisian harus melakukan rotasi dengan meletakkan tokoh-tokoh yang memiliki rekam jejak bagus.

"Ini juga bukti bahwa pengawasan dan kontrol terhadap aparat lemah. Kapolri harus membenahi sistem pengawasan internal. Lakukan penyegaran pada pos-pos pengawasan dengan menempatkan polisi-polisi yang punya integritas," kata dia.

Didi mendesak pihak kepolisian agar menyelidiki secara tuntas kasus tersebut.

"Selidiki secara tuntas persoalan ini, apabila jaringan narkoba ternyata telah menyusup dan mengkontaminasi aparat disana, tentu pembersihan harus dilakukan," jelasnya.

Hal itu merupakan tantangan bagi Kapolda Papua untuk menunjukkan bahwa lembaganya tidak seperti yang diisukan selama ini.

"Ini pertaruhan bagi Kapolda Papua. Kapolda harus mampu tunjukkan kepemimpinan untuk selesaikan persoalan yang telah mencoreng, merusak dan mempermalukan citra kepolisian," pungkasnya.

(Carolina Christina)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement