SURABAYA - Mantan Sekjen DPP PDIP Soetjipto sempat memberikan 10 lembar tulisan untuk partai berlambang banteng moncong putih itu sebelum meninggal dunia.
“Sebelum meninggal Pak Tjip (sapaan Soetjipto) memberikan kepada saya 10 lembar tulisan yang ditulis tangan beliau,” kata Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo saat bertakziah ke rumah duka, Jalan Pakis Tirtosari 18, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (25/11/2011).
Tulisan tersebut, kata Tjahjo, adalah hasil pemikiran almarhum untuk PDIP ke depan. Sayangnya, Tjahjo tidak menyebut secara rinci 10 pesan Pak Tjip sebalum meninggal.
“Nantilah, suatu saat akan kami buka. Nanti tulisan beliau ini akan menjadi program partai,” ungkap Tjahjo.
Tjahjo mengaku sudah sendiri Sutjipto sejak lama. Ketika menjabat Sekjen DPP PDIP, Soetjipto adalah tokoh yang berani dalam menyampaikan sikapnya.
Lebih lanjut Tjahjo menuturkan, dia terakhir bertemu Soetjipto saat acara Gerak Jalan menyambut Bulan Bung Karno belum lama itu. “Ketika itu beliau masih terlihat segar,” katanya.
Tjahjo juga mengingat kata-kata yang selalu didengungkan almarhum tentang PDIP. Kata-kata dalam bahasa Jawa itu adalah: PDI Perjuangan kudu terus dadi partaine wong cilik. Nek PDIP tetep onok ing NKRI ojo lali karo wong cilik. (PDI Perjuangan harus tetap menjadi partainya rakyat kecil. Jika PDIP tetap ada di NKRI, jangan lupa dengan rakyat kecil, red).
Seperti diketahui, Soetjipto meninggal dunia Kamis kemarin sekira pukul 17.15 WIB di ICU RS Darmo, Jalan Raya Darmo, Surabaya. Pria kelahiran Trenggalek, 13 Agustus 1945, itu sempat dirawat sejak 27 Oktober 2011 akibat stroke.
Mantan Wakil Ketua MPR ini meninggalkan seorang istri, Sudjamik Soetjipto, tiga anak, dan delapan cucu.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.