NUSA DUA - Partisipasi menjadi esensi terpenting dari demokrasi dan bukan proses semata. Sebab, demokrasi bukan sekadar kompetisi antara aktor dan politik, serta cara memilih pemimpin, tapi bagaimana kita mendengarkan rakyat dan kedaulatan rakyat berada pada posisi sentral pemerintahan.
Demikian dikatakan akademisi Institute for Democracy and Peace, I Ketut Irawan dalam Lokakarya Bali Democracy Forum IV di Nusa Dua, Bali, Rabu (7/12/2011).
Menurutnya, partisipasi rakyat berada dalam proses demokrasi. Hal ini terkait pendekatan peluang pada proses keterlibatan rakyat.
“Pertama, saya melihat demokrasi sebagai sebuah run down proses menghormati dinamika yang ada di negara mana pun,” imbuh I Ketut Irawan.
Kedua, dirinya melihat demokrasi bukan sekadar prosedur seperti pemilu atau memilih pemimpin atau membuat undang-undang. Ini berarti adanya proses dimana publik diajak berpikir bersama tentang keinginan mereka dan publik pun diminta secara subtantif terlibat dalam proses mengisi demokrasi itu sendiri.
Sementara yang paling penting adalah berbagi pengalaman. I Ketut Irawan berpendapatan BDF IV tidak pernah mau dan memaksa untuk memberi pelajaran ke negara lain mengenai demokrasi. Ini tidak lepas dari masalah internal yang harus diselesaikan oleh Indonesia.
Hal lain yang menjadi perhatian dari BDF IV bagi I Ketut Irawan adalah kinerja pejabat.
“Titik maju dari BDF IV, benar-benar ditunjukk pada kinerja dari pejabat negara untuk membuka diri agar mampu mendengar suara rakyat lebih baik. Mereka seharusnya sangat bersemangat. Mudahan-mudahan konstruktif impact dari demokrasi dapat mengubah orang,” tuturnya.
Menjelang pelaksanaan Bali Democracy Forum (BDF) di Nusa Dua, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengadakan lokakarya bagi para wartawan. Satu hal yang menarik dari lokakarya ini adalah esensi dari demokrasi.
Lokakarya ini dihadiri oleh tokoh-tokoh seperti Azumardi Azra, Dewi Fortuna Anwar dan I Ketut Irawan memberikan pendapatnya mengenai demokrasi, khususnya yang akan dibahas oleh Bali Democracy Forum IV yang akan dilaksanakan 8 hingga 9 Desember.
(abe)