Image

Ngojek Sambil 'Jual' ABG Ditangkap

ilustrasi prostitusi (Foto: Agung/okezone)

ilustrasi prostitusi (Foto: Agung/okezone)

SURABAYA- Satu lagi kasus Traficking terungkap menambah deretan panjang korban perdagangan manusia. Kali ini seorang tukang ojek tertangkap gara-gara nyambi menjual gadis dibawah umur.

Dia adalah Irul (29) warga Lebak Rejo, Surabaya. Dia ditangkap oleh petugas dari Polres Pelabuhan di Hotel Pasifik, Jalan Perak Timur, Surabaya ketika 'memperdangkan' sebut saja Lia (17) warga Kupang Krajan dan Siska (18) warga Manyar Sabrangan. Kedua pelajar SMA ini ditangkap ketika sedang menunggu pelanggan di hotel.

Menurut Kapolres Pelabuhan AKBP Jayadi, penangkapan Irul ini bermula dari informasi masyarakat yang menyebut perdagangan anak di bawah umur di hotel tersebut. Kemudian penyidik melakukan pengintaian.

"Petugas menangkap tersangka bersama dua anak buahnya di hotel sedang menunggu pelanggan," kata Jayadi kepada Wartawan di Mapolres Pelabuhan, Rabu (7/12/2011).

Dari penyidikkan yang dilakukan korps berseragam coklat ini terkuak, tersangka menyediakan perempuan yang masih di bawah umur untuk diperdangkan kepada lelaku hidung belang. Tarifnya, Rp800 ribu untuk sekali kencan. Dari tarif tersebut tersangka mendapatkan keuntungan sebesar Rp300 ribu.

Sedangkan modus yang dilakukan untuk memperdagangkan 'Daun Muda' ini, pelanggan sebelumnya menelpon terlebih dahulu. Setelah itu, tersangka menunjukkan foto-foto gadis. Jika sepakat maka gadis yang dimaksud akan diantar untuk Chek in di hotel.

"Tersangka memang sudah lama menggeluti profesi ini," ungkapnya.

Di hadapan petugas, Irul membantah jika dikatakan menjual dua ABG tersebut. Menurutnya, ia hanya mengantar dua gadis itu untuk menemuinya di hotel. Sedangkan, transaksinya dengan pelanggan dilakukan oleh dua siswi ini. "Saya hanya ngojek pak. Mereka yang transaksi," tepisnya.

Sebegai tukang ojek tentunya tidak pilih-pilih siapa yang diojek. Namun ia juga mengaku terkadang ada kenalannya yang meminta tolong untuk dicarikkan cewek yang bisa diajak karaoke. Tapi hanya sebatas mengantarkan saja.

"Ketika ngojek ini saya mendapatkan uang Rp100 ribu. Untuk yang dua siswi ini saya tidak tahu kalau chek in di hotel," kelitnya.

Atas perbuatannya itu, Irul dijerat dengan Undang-undang nomer 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun. Polisi juga menyita uang sebesar Rp1,6 juta, bill hotel dan 2 unit hand phone.
(kem)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
komentardisclaimer

    Baca Juga

    PDIP Blitar Menanti Lawan pada Pendaftaran Tahap II

    PDIP Blitar Menanti Lawan pada Pendaftaran Tahap II