JAKARTA - Anggota Komisi I bidang Pertahanan dan Luar Negeri DPR Al Muzzammil Yusuf mengusulkan agar pemerintah memperketat syarat masuk warga negara tertentu di Timur Tengah yang kerap menjadikan Indonesia sebagai daerah transit sebelum masuk ke Australia sebagai imigran. Misalnya warga negara Afghanistan, Irak, dan Iran.
Hal tersebut disampaikan Muzzammil menanggapi kecelakaan kapal yang menewaskan puluhan Imigran asal Timur Tengah di perairan Trenggalek dan Banyuwangi, Jawa Timur. Kapal yang mengangkut lebih dari 200 orang imigran dengan tujuan pulau Christmas, Australia itu tenggelam setelah dihantam ombak besar.
“Pemerintah harus memperlakukan khusus orang dari negara-negara itu karena sekarang ini jalur ke Indonesia mudah sekali dengan adanya (kebijakan) visa on arrival,” kata Muzzammil dalam perbincangan dengan Okezone, Rabu (21/12/2011).
Dia menambahkan, gelombang imigran dari ketiga negara tersebut, terutama Irak dan Afghanistan memang meningkat dalam beberapa tahun terakhir karena faktor keamanan. Agar tidak menjadi beban, kata Muzzammil, Direktorat Jenderal Imigrasi harus lebih selektif.
“Misalnya ditanya ke Indonesia mau kemana, ke rumah siapa, atas undangan siapa, siapa yang menjamin. Sehingga sejak awal sudah ada proteksi,” ujarnya.
Selain itu, Muzzamil meminta agar TNI dan Polri meningkatkan pengamanan di wilayah laut Indonesia. Meskipun bukan persolan mudah menjaga perairan laut terpanjang di dunia. “Ini kasus lama, masalahnya dipahami, pemecahan masalah tidak mudah,” ujarnya.
(Insaf Albert Tarigan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.