JAKARTA - Puluhan rumah masyarakat Adat Pekasa di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), dibakar tim gabungan, Rabu (21/12/2011) sore. Warga yang sebagian besar petani itu diusir dari kampungnya karena dituding menempati kawasan hutan lindung.
Ketua Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sumbawa, Basardi Gunawan, Rabu (21/12/2011) malam, mengatakan, puluhan tim gabungan yang terdiri dari TNI, Kepolisian, dan Polisi Hutan (Polhut), memaksa Masyarakat Adat Pekasa meninggalkan tempat tinggal mereka. Alasannya, tidak boleh ada yang tinggal dalam kawasan hutan lindung.
Rupanya, warga memberikan perlawanan. Mengetahui hal itu, aparat memukul dan membakar rumah mereka. Bahkan, Kepala Adat Pekasa Edi Kuswanto dibawa ke Sumbawa Barat. Padahal, secara adminitratif, masyarakat Adat Pekasa masuk dalam wilayah Sumbawa. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kata Basardi, beberapa warga mengalami luka karena dipukul.
Basardi mengaku tidak tahu bagaimana nasib ratusan Masyarakat Adat Pekasa pasca pengusiran tersebut. Sebab, dia belum mendapatkan informasi dari warga yang tinggal dibalik pegunungan itu. Basardi mengetahui pengusiran tersebut dari sejumlah warga yang berhasil melarikan diri.
Basardi menilai pengusiran Masyarakat Adat Pekasa kental unsur politis. Pasalnya, wilayah yang mereka tempati merupakan daerah pertambangan. Bahkan, tidak jauh dari lokasi pengusiran terdapat PT Newmont, sebuah perusahaan yang memproduksi emas dan tembaga. Basardi menduga ada perusahaan lain yang melirik wilayah itu sehingga tim gabungan mengusir Masyarakat Adat Pekasa. "Wilayah itu politis karena wilayah pertambangan," tandas aktivis lingkungan itu.
(Insaf Albert Tarigan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.