JAKARTA - Salah satu penyebab tingginya angka kecelakaan di wilayah DKI Jakarta ialah rusaknya sejumlah jalan di ibukota. Buruknya permukaan jalan di sejumlah ruas jalan menjadi suatu problem yang harus segera diselesaikan.
"Memprihatinkan, meski bukan penyebab utama kecelakaan di jalan raya, tetapi buruknya kondisi jalan bisa mengancam pengendara kapan saja. Jadi, perbaikilah itu semua jalanan yang rusak," ujar Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta, Tigor Nainggolan kepada okezone, Sabtu (7/1/2012) malam.
Tigor menambahkan, perbaikan terhadap jalan yang berlubang maupun permukaan yang tidak rata semata-mata bertujuan untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan para pengendara itu sendiri.
"Seperti yang saya lihat di Jalan Pemuda, Matraman yang jalannya kurang bagus. Segera lah ditutup itu lubang jalan yang bisa menjadi genangan air dan membahayakan," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ditlantas Polda Metro Jaya, Jumat 6 Januari lalu menyebut kecelakaan yang terjadi akibat rusaknya jalan pada tahun 2010 terjadi sebanyak 50 kali dan pada tahun 2011 terjadi 9 kali kecelakaan. Terhitung paling banyak angka kecelakaan terjadi di wilayah Jakarta Barat dan di Bekasi Kota.
Untuk kecelakaan tikungan tajam di Jakarta, pada tahun 2010 hanya sebanyak 2 kali sedangkan tahun 2011 naik menjadi 4 kali dan semuanya terjadi di Jakarta Barat.
Sementara itu kecelakaan dikarenakan jalan rusak, pada tahun 2010 terdapat 16 kali kecelakaan dan pada tahun 2011 ada 1 kali kecelakaan. Sementara kecelakaan akibat jalan berlubang, pada tahun 2010 sebanyak 53 kejadian dan tahun 2011 hanya 35 kali.
Kecelakaan tersebut terjadi di sejumlah wilayah DKI Jakarta seperti Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, bahkan juga di Tangerang Kabupaten, dan Bekasi Kabupaten.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.