JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesa (YLKI) mamaparkan data bahwa semakin banyaknya Kawasan Dilarang Merokok (KDR) di Jakarta, membuat kunjungan konsumen ke hotel dan restoran di ibu Kota meningkat.
Hal ini menunjukan bahwa tamu hotel dan restoran menyetujui penerapan kawasan dilarang merokok. Meski sebelumnya, pengelola hotel dan restoran keberatan dengan kebijakan ini karena dikhawatirkan dapat mematikan bisnis mereka.
Berdasarkan Peraturan Gubernur (pergub) DKI No. 88 Tahun 2010, terkait seluruh kawasan dilarang merokok total bebas asap rokok, tidak boleh ada ruang merokok.
Hal ini sempat dikhawatirkan mengancam bisnis perhotelan dan restoran, namun YLKI memastikan hanya itu hanya mitos. Sebab penerapan KDR di tempat-tempat lebih banyak mengedepakan pelayanan itu, justru meningkatkan jumlah pengunjung.
"Bagi pelaku usaha Hotel dan Restoran, jangan khawatir kehilangan konsumen jika KDM diterapkan," ujar Ketua bidang advokasi tembakau Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi di Jakarta, Selasa (10/1/2012).
Berdasarkan hasil tersebut, Tulus menyatakan 95 persen konsumen, baik perokok maupun tidak, tetap akan mengunjungi Hotel meski diterapkan KDM. Untuk restoran, 90 persen konsumen perokok maupun tidak juga tetap akan mengunjungi restoran.
Tulus menambahkan, jika KDM diterapkan di tempat hiburan dalam lingkungan Hotel, maka 73 persen konsumen setuju, bahkan sangat setuju dan tetap mengunjungi tempat hiburan tersebut.
"Ini menjawab bahwa konsumen akan tetap berkunjung ke restoran dan meski sekalipun seorang perokok. KDM tidak akan mengusir konsumen dari area hotel dan restoran," imbuh Tulus.
Survei tersebut dilakukan pada 1-10 Desember 2011 dengan melibatkan 15 surveyor. Obyek survei adalah konsumen yang berkunjung ke hotel dan restoran, masing-masing 100 hotel dan 100 restoran di Jakarta. Dengan melibatkan 1.000 responden.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.