JAKARTA - Polri mengidentifikasi potensi konflik yang akan terjadi pada 2012-2014 mendatang. Potensi konflik horizontal ini disebabkan sejumlah faktor antara lain kepadatan penduduk, indeks kemiskinan, dan pemilihan umum kepala daerah.
Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo menjelaskan, untuk mengantisipasi potensi konflik tersebut, seluruh Polda se-Indonesia telah diinstruksikan agar mewaspadai eskalasi gangguan kamtibnas selama dua tahun ke depan ini.
"Kamtibnas pada tahun 2012-2014 ada kecenderungan peningkatan kejahatan yang meresahkan masyarakat seperti pencurian dengan kekerasan (curas), penganiayaan, pembunuhan, penculikan, dan juga pemerkosaan. Pada 2012-2014 perkiraan keamanan juga diperkirakan konflik komunal masih tetap tinggi," paparnya dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Polri di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jaksel, Selasa (17/1/2012).
Timur memaparkan, Polda berpotensi memiliki kerawanan cukup tinggi yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Polda Metro Jaya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur.
"Tingkat kerawanan (tingkat) sedang yakni Polda Riau, Aceh, Jambi, Yogyakarta, Bali, Banten, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Papua. Sedangkan tingkat kerawanan rendah adalah Polda Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Tengah, Maluku dan Maluku Utara," jelas mantan Kapolda Metro ini.
(Insaf Albert Tarigan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.