PASURUAN - Warga Desa Wonosari dan Blarang Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan dihebohkan dengan munculnya seekor binatang penghisap darah hewan ternak. Dalam sepekan terakhir, sebanyak 20 ekor kambing mati mendadak setelah dihisap darahnya.
Warga menyakini hewan penghisap darah itu adalah jenis binatang anjing. Namun mereka juga menyangsikan jika melihat bekas luka yang tersisa. Dibagian tubuh kambing yang menjadi korban keganasan hewan misterius, hanya terdapat satu titik bekas luka sebesar lubang paku.
Menurut Purwanto, 52, seorang peternak kambing, peristiwa ini pertama kali terjadi pada Senin dan Selasa pekan lalu. Sebanyak 6 ekor kambing diketahui mati secara mendadak dengan satu titik luka seperti bekas gigitan dibagian leher. Sementara pada Minggu dini hari, sebanyak 14 ekor kambing mati di dalam kandang dengan bekas luka yang sama.
"Luka ditubuh kambing itu seperti tertusuk paku. Tapi bukan luka bekas gigitan. Lukanya ada dibagian leher, telinga dan kemaluan," kata Purwanto.
Para peternak kambing tersebut yakni Darmono, Rib'an, Rajab, Purwanto, Mulyono dan Ngaduri. Dari 24 ekor kambing yang menjadi incaran hewan misterius tersebut, 18 ekor di antaranya mati. Sementara 4 ekor lainnya meskipun terluka, masih bisa diselamatkan.
Karena merasa curiga, para peternak mencoba memasang jebakan lubang sedalam 2 meter dan kamera CCTV di beberapa kandang kambing. Namun sampai saat ini, jebakan tersebut belum mendapatkan hasil. Dari rekaman CCTV diketahui hewan misterius itu menyerupai anjing dengan berbagai ukuran.
"Ada warga yang melihat hewan itu seperti anjing. Bentuk dan warnanya juga berbeda. Ada yang ekornya panjang, pendek dan bertubuh besar," tandas Purwanto.
Menurut para peternak, kejadian ini merupakan yang kedua kalinya sejak tahun 2004 lalu. Saat itu, sebanyak 128 ekor kambing mati secara mendadak dengan bekas luka yang hampir sama.
Para peternak tersebut sudah melaporkan kejadian misterius ini kepada mantri Dinas Peternakan dan Kehewanan. Untuk meneliti penyebab kematiannya, petugas juga telah mengambil sample hewan ternak yang menjadi korban.
"Petugas mantri peternakan sudah melihat dan mengambil sample hewan ternak yang mati. Sekarang masih diteliti untuk diketahui penyebab kematiannya," kata Ketua BPD Blarang, Mahmudi.
(Ahmad Dani)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.