Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Saan Sangkal Kritikan Ruhut Soal Sikap Diam Anas

Ferdinan , Jurnalis-Senin, 06 Februari 2012 |13:35 WIB
Saan Sangkal Kritikan Ruhut Soal Sikap Diam Anas
Anas Ubaningrum (Foto: Koran SINDO)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Sekjen Partai Demokrat Saan Mustopa menanggapi pernyataan koleganya Ruhut Sitompul yang mengkritik Anas Urbaningrum terlalu banyak diam.

Menurut Saan, Anas selalu proaktif memberikan bantahan atas dugaan keterlibatan dirinya dalam perkara suap Wisma Atlet.

"Pak Anas enggak diam, beberapa kali Pak Anas menyampaikan lagi dan menerangkan kepada publik, dan pro aktif," kata Saan kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (6/2/2012).

Kritikan Ruhut terhadap sikap Anas kembali dibicarakan hari ini. Ruhut menyebut sikap diam Anas terkait tuduhan Nazaruddin atas aliran duit proyek Wisma Atlet, malah merugikan partai.

"Intinya sudah disampaikan Pak SBY, hadapi ini semua. Jangan diam. Kejadian diam ini yang hampir sekira delapan bulan mengakibatkan sanksi sosial. Ini sanksi sosial yang kami hadapi karena sikap diam. Diam itu berarti iya (terlibat), dan rakyat akhirnya meninggalkan kita, turunlah rating (popularitas Demokrat) ini," sebut Ruhut.

Bahkan Ruhut kembali meminta Anas dengan legowo mundur dari posisi Ketum PD. "Tapi kalau beliau katakan, dan lain-lain katakan praduga tak bersalah, aku harus hormati itu. Aku kan sudah bilang, mundur dulu sementara, selesaikan masalah ini. Kita enggak mau tersandera," tandasnya.

Menanggapi permintaan mundur ini, Saan menyebut pendapat Ruhut bersifat personal. "Kita tidak bisa melarang seseorang berpendapat, itu kan pendapat perorangan. Tetapi tidak ada penonaktifan ini yang jadi pegangan oleh kader," ujarnya.

(Dede Suryana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement