JAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diminta mundur karena dianggap gagal menjaga keamanan dan memberantas kasus korupsi apalagi kini ada kasus korupsi yang menjerat kader di partainya.
"SBY gagal, bahkan memberantas korupsi di partainya saja gagal, mendidik kadernya untuk taat hukum pun tidak bisa," kata aktivis Benteng Demokrasi Indonesia (Bendera) Mustar Bona Ventura Manurung dalam rilisnya yang diterima okezone, Selasa (7/2/2012).
Menurut Mustar, penetapan mantan bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin dan Wakil Sekjen Angelina Sondakh sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dianggapnya cukup dimengerti jika sebenarnya Ketua Dewan Pembinan dalam hal ini Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diduga mengetahui kasus tersebut.
"Jadi tidak hanya Anas Urbaningrum yang mundur, SBY pun sebaiknya juga mundur sebagai presiden karena gagal memberantas korupsi seperti yang dijanjikannya selama ini," tegasnya.
Disamping adanya kasus korupsi yang menjerat partainya, SBY juga dinilai gagal melindungi dan menjaga keamanan warga negaranya baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
"Pemogokan karyawan Freeport, perlawanan rakyat di Tiaka, kasus Bima dan Mesuji hingga pembakaran mess PT Inco nampaknya cukup menjadi bukti atas gagalnya SBY," katanya kembali.
Dari banyaknya kasus rakyat dan korupsi yang tak terselesaikan di era SBY maka menurut Mustar sebaiknya SBY mundur dengan terhormat sehingga tidak menimbulkan tragedi kenegaraan.
(crl)