tragedi sukhoi

Alasan Pemerintah Beli Pesawat Jenis Boeing

Susi Fatimah - Okezone
Jum'at, 10 Februari 2012 00:06 wib
Pesawat Kepresidenan (Foto; Repro Susi/Okezone)
Pesawat Kepresidenan (Foto; Repro Susi/Okezone)

JAKARTA - Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Lambok Nahatan membeberkan alasan pemerintah memilih pesawat kepresidenan jenis Boeing dibandingkan jenis lainnya yang harganya lebih murah.

Pertama, kata Lambok, secara operasional pilot-pilot di dalam negeri termasuk pilot-pilot TNI Angkatan Udara lebih siap dan familiar dengan pesawat Boeing.

"Karena umumnya pesawat-pesawat di Indonesia adalah Boeing," ujar Lambok dalam jumpa pers di Kementerian Sekretariat Negara, Kamis (9/2/2012).

Kedua, sambung Lambok, dari segi fasilitas dan kemampuan perawatan di dalam negeri termasuk oleh TNI AU lebih siap serta memiliki kapabilitas yang memadai merawat pesawat jenis Boeing dibanding pesawat jenis lain.

"Ketiga, pesawat Boeing telah banyak digunakan untuk penerbangan VVIP negara-negara di dunia," tuturnya.

Selain itu, Lambok juga menjelaskan kriteria dan spesifikasi pesawat kepresidenan di antaranya pesawat tersebut harus mampu terbang jauh selama 10 hingga 12 jam.

Pesawat juga harus mampu mendarat di bandara kecil, memiliki kapasitas sesuai untuk rombongan presiden lebih kurang 70 orang dan memiliki peralatan navigasi, komunikasi, cabin insulation, dan inflight entertainment.

Mengapa tidak menggunakan produk lokal dari PT Dirgantara Indonesia (DI)? Lambok mengatakan lelang dilakukan terbuka dan PT DI sudah mengetahui akan hal itu. 

Lambok membantah bila pembelian pesawat jenis Boeing atas rekomendasi dari pihak Boeing sendiri. "Tidak ada rekomendasi Boeing," ucapnya.

Bila pesawat tersebut telah diantar ke Indonesia pada Agustus 2013 mendatang, Lambok mengatakan logo pesawat akan dibuat khusus. "Sudah barang tentu logo tidak lagi logo Garuda Indonesia, tapi logo kepresidenan. Akan punya logo sendiri," pungkasnya.

Pesawat khusus kepresidenan jenis 737-800 Boeing Business Jet 2 ke Boeing Company dibeli seharga USD91.209.560 atau Rp910 miliar. (tri)
(crl)

  • riyanto » 0 Tanggapan
    beli pesawat boleh aja ...kenapa tidak biar ga terlambat klo mau ke istana dari cikeas ... emang ada yang negur klo presiden terlambat datang paling protokol yg degdegan.....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • yhanthy » 0 Tanggapan
    Ya a***h .. berikanlah kesadaran pd pemimpin negara ini agr tk slalu mementingkan dunianya sja,,, ingat akhirat pak presiden,rakyat anda bnyk yg kelaparan,mreka yg sakit bnyk yg trlantar,,
    Beri Tanggapan Laporkan
  • kirana » 1 Tanggapan
    seandainya uang sebanyak itu untuk bangun sekolah yg ambruk dapet berapa sekolah ya ?????? atau uangnya untuk menambah armada kereta api yg mana rakyatnya naik ke atap gerbong karna kekurangan gerbongnya sepertinya lebih bermanfaat deeeh
    • hudan
      ide yang sangat indah..jika pemerintahnya manusia..sayang pemerintahnya tikus..pasti ada "sesuatu" untuk dimarkup..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • The Guardian » 0 Tanggapan
    Klo mslh beli psawat stuju aja, asalkan dananya sesuai, tidak dlebih2kan. Sngat disayangkan jg belinya boieng 737 800 untuk presiden.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • andri W » 0 Tanggapan
    Boleh pnya pesawat kpresidenan tp lbih baguss lg kalau belinya dari PT.DI yg memang produk dalam negri dan hemat biaya..kalau pilot sdh familiar dgan boing memg itu pilot org b***h yg ga bsa belajar dgan alat baru yg lain,smw klo dipelajari pasti bsa mgoperasikannya..harga 910M klo buat rakyat pasti udah bsa mgentaskan kemiskinan itu..berpikir hemat dunk PEMERINTAH..!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.