tragedi sukhoi

Mubarok: Isu Politik Uang Ulah Lawan Politik

Tri Kurniawan - Okezone
Jum'at, 10 Februari 2012 06:34 wib
Bendera Partai Demokrat
Bendera Partai Demokrat

JAKARTA - Masalah seakan tak pernah henti menghampiri Partai Demokrat. Lama tak terdengar, isu politik uang dalam pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat kembali Muncul.

Menaggapi tudingan politik uang, Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok membantah keras.

Menurutnya, ada lawan politik yang sengaja memanfaatkan kondisi ini dengan tujuan agar citra Partai Demokrat semakin terpuruk dan kalah pada Pemilu 2014 nanti.

"Karena Partai Demokrat itu partai penting, kita tidak aneh lagi ada yang seperti ini," kata dia saat berbincang dengan okezone, Jumat (10/2/2012).

Kata dia, jika ada yang mengaku mendapat kucuran dana dari salah satu calon ketua umum bisa jadi justru dibayar olah lawan politik.

Namun Mubarok tidak menyangkal jika ada uang transport yang diberikan kepada kader partai berlambang mercy ini pada saat pemilihan ketua umum di Bandung.

"Saya tahu persis, dan itu (uang transport) dapat dari semua calon," ungkapnya.

Sebelumnya, mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Diana Maringka yang mengaku mendapat bayaran sebesar Rp100 juta.

Diana mengatakan, jika uang Rp100 juta itu diterimanya di sebuah hotel di Bandung. Tujuan pemberian uang itu agar dirinya memilih salah satu calon.

Dia juga mengatakan, sebanyak 11 pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat di Sulawesi Utara juga menerima dana yang diberikan di salah satu hotel di Bandung.

Uang tersebut diterimanya secara bertahap. Pada hari pertama dia menerima Rp30 juta. Sedangkan sisanya USD7.000 diserahkan tiga jam sebelum waktu pemilihan.
(crl)

  • burhan » 0 Tanggapan
    pemilihan ketua partai, hampir semua partai bagi bagi uang pada pemilihnya, kecuali partai yang langsung ditetapkan oleh perwakilan
    Beri Tanggapan Laporkan
  • roy_s » 0 Tanggapan
    Sy bingung lihat reaksi oknum kader partai spt ini, hampir semua masalah yg terjadi akibat ulah internal partai sendiri. Dan pengakuan mantan Ketua DPC ini ya selesaikan secara internal dulu jng lngsung berpikiran negatip. Saya sangat senang dgn penampilan pak Vence Rumangkang, inilah sebenarnya contoh seorg politikus yg matang, punya diplomasi, rendah hati, punya integritas & merasa memiliki partai yg sebnarnya. Kalau diputar ulang statemen2 individu oknum2 kader partai ini sejak munculnya kasus N itu pasti jd tontonan yg menarik. Btw, mudah2an dgn masuknya ke struktural partai pak TB Silalahi dpt membri wrna perubahan bagi partai ini.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Andri » 0 Tanggapan
    Aneh.. Orang kadernya sendiri yang ngaku, kok malah bilang ini ulah lawan politik.... Inilah orang2 politik, pintar2 membela diri dan memutar fakta.. Di luar negeri orang2 politik kek gini itu perannya disebut sebagai SPIN DOCTOR... Diputer2 fakta dan kenyataan. yang penting bisa dapat posisi.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Mbah Syubali » 0 Tanggapan
    Orang y****i mengatakan, "Uang itu tidak berbau darimana pun uang itu berasal." Bagi rakyat pedesaan diartikan biasa saja jika mau menerima uang 10 rb. atau lebih dikit sebagai sumbangan/rayuan dari tiap kontestan dalam suatu pemilihan kades. Mereka - penduduk desa - mengatakan, "Uang yang diberikan kepada kita dalam suasana pemilihan kades itu akan selalu diterima dari mana pun asalnya, soal nyoblos/nyontreng di dalam bilik tertutup itu "mah" soal urusan lain!" Tampaknya memang sudah membudaya "politik uang" dalam pemiihan apa saja. sampai ke jenjang tinggi. Yang menjadi persoalan ialah sumber dana yang dibagikan kepada para pemilik suara berasal dari hasil kejahatan/korupsi atau uang halal. Jika uang itu halal, misalnya diberikan pihak luar, tentu sebenarnya tidak menjadi masalah asalkan diberikan tanpa ada kontrak politik tertulis maupun lisan. Memang secara hukum money politics itu dilarang, akan tetapi hukum yang itu juga perlu pembuktian, kan, tidak cukup cuma menghadirkan para saksi.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Yanto » 0 Tanggapan
    Sadarlah dan mengaku salah akan lebih baik daripada menangkis dgn seribu alasan. Ingat sekarang RAKYAT sudah "MELEK" dan tahu semua kejadian...
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.