JAKARTA - Presiden SBY saat berpidato di hadapan 128 Duta Besar asing di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, angkat bicara soal adanya seruan boikot yang dilakukan sejumlah LSM asing terhadap perkebunan kelapa sawit (CPO) di Indonesia.
Sinyal peringatan terhadap LSM asing ini adalah teguran kedua dari SBY. Sebelumnya, SBY sudah mengingatkan agar mereka tidak menggurui kebijakan kehutanan Indonesia.
Menyikapi hal ini Koordinator Tim Aliansi Mahasiswa Tolak LSM Asing, Rudy Gani mengapresiasi sikap pemerintah yang berani melawan intervensi pihak asing. Namun, Rudy juga berharap agar SBY tidak ragu menunjuk hidung LSM asing yang selalu menjelek-jelekkan nama Indonesia di panggung internasional.
“Padahal sudah jelas LSM asing yang rajin berkoar-koar itu Greenpeace. Karenanya saya berharap, sudah saatnya Presiden mengevaluasi keberadaannya,” tegas Rudy dalam siaran persnya kepada okezone di Jakarta, Kamis (16/2/2012).
Seperti diketahui dalam pidatonya di Kemenlu beberapa waktu lalu sempat menyinggung soal aksi boikot terhadap CPO. "Saya dengar ada semacam aksi boikot melawan atau melarang perkebunan kelapa sawit. Saya terus terang kalau ada aksi itu menurut saya kurang fair. Karena kita hidup dalam percaturan global juga harus fair satu sama lain," ujar SBY.
Lontaran serupa juga disampaikan SBY saat berpidato di Balai Kartini, Jakarta, pada Kamis 22 Desember 2011 lalu. "Harapan saya janganlah mengobrak-abrik seluruh Indonesia ini, seolah-seolah di negeri kita tidak ada negara, tidak ada pemerintah, dan tidak ada rakyatnya, dan seolah-olah Indonesia tidak ingin menyelamatkan lingkungan kita," ujarnya.
Aliansi Mahasiswa atau Tim 5 (lima) terdiri dari organisasi ekstra mahasiswa. Yaitu Badko HMI Jabotabeka-Banten, LISUMA Jakarta, Pusaka Indonesia, BEM RI dan IMIKI.
(ful)