tragedi sukhoi

30% Sopir Menderita Darah Tinggi

Jum'at, 17 Februari 2012 12:44 wib
(Foto:Markus)
(Foto:Markus)

GUNUNGKIDUL- Untuk mengantisipasi penggunaan narkoba dan miras oleh sopir angkutan umum yang berada di terminal Dagsinarga, Gunungkidul, Yogyakarta, pihak kepolisian, dishubkominfo, dan PMI memeriksa urin seluruh sopir angkutan kota dan bis. Hasilnya, rata-rata Sopir menderita tekanan darah tinggi (Hipertensi).

Pantauan di lokasi, seluruh sopir yang berada di terminal dagsinarga sebelum berangkat  memeriksakan tekanan darah, lalu dilanjutkan memeriksa urine.

Menurut Waka Polres Gunungkidul Syaifullah Anwar, faktor kesehatan merupakan ujung tombak keselamatan bus dan penumpang, selain dari kondisi fisik bus yang memadai."Kita lihat kondisi geografis jalur Gunungkidul yang rawan membutuhkan sopir yang sehat," katanya disela-sela pemeriksaan diterminal (17/2/2012).

Dia menambahkan, dalam catatan Polres Gunungkidul, selama tahun 2011 hingga 2012 angka kecelakaan lalu lintas tergolong tinggo. “Ada 63 orang yang tewas akibat korban kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan di sini tergolong tinggi dan itu harus kita minimalisir, salah satunya dengan memeriksa kesehatan," imbuhnya.

Secara terpisah, Dokter Dwi hartati, menjelaskan pemeriksaan urin menggunaan tes pack. Hal ini berfungsi untuk mengecek amfetamin seperti sabu dan ekstasi. Diakuinya, alat test pack ini tidak bisa untuk mendeteksi penggunaan alkohol dan ganja. "Ini untuk mengecek apakah sopir menggunakan narkoba atau tidak," ujar Dwi.

Dijelaskannya sopir angkutan yang diperiksa rata-rata menderita hipertensi bahkan kebanyakan mengalami hipertensi emergensi, yakni tekanan darah berkisar 250/120."Tekanan darah tinggi, sangat berbahaya bagi sopir, karena bisa menyebabkan serangan jantung atau Stroke di jalan. Dan ini sangat berbahaya bagi penumpang,"imbuhnya.

Dari 28 sopir yang diperiksa ada 30 persen yang tergolong memiliki tekanan darah tinggi."Kami sarankan untuk segera memeriksakan diri di rumah sakit," tandasnya.
(Yuwono/Koran SI/ugo)