DEPOK - Miris, itulah kata yang dapat menggambarkan kisah yang menimpa Syaiful Munif (12), bocah SD di Depok ini. Betapa tidak, dia harus melawan maut saat ini karena kondisinya masih kritis di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, setelah ditusuk oleh teman sekelasnya sendiri, AMN (13).
Syaiful, putra keempat dari lima bersaudara pasangan suami istri Sukino (48) dan Nurmuidah (42) ini tak menyangka harus menerima delapan tusukan dari AMN. Kejadian itu dipicu lantaran handphone Syaiful bermerk Polytron dicuri oleh AMN.
Paman Syaiful, Nurhasan menuturkan kronologis yang menimpa keponakannya itu. Berawal dari Rabu 15 Februari, saat Amien bersama dua temannya yakni GB dan B datang ke rumah Syaiful dengan alasan ingin bertemu Syaiful.
“Saat itu hanya ada ibunya di rumah, sudah disampaikan kalau Syaifulnya belum pulang sekolah, tapi mereka katanya enggak bareng, jadi mau main sama Syaiful, sudah disuruh keluar tapi mereka memaksa masuk, karena ibunya Syaiful tuna netra, jadi langsung mereka masuk katanya pinjam HP Syaiful,” ujarnya kepada wartawan di rumah Syaiful, Jalan H Jaeran RT 004/01 No 17 Cinere, Depok, Sabtu (18/02/12).
Saat Syaiful pulang, pelajar yang dikenal rajin itu pun menanyakan handphonenya. “Lalu ibunya bilang, mungkin tiga teman kamu yang ambil, begitu katanya,” tuturnya.
Kejadian berlanjut pada Kamis 16 Februari saat di sekolah, AMN bersama kedua temannya mengaku bahwa handphone milik Syaiful telah dijual seharga Rp110 ribu dan hasilnya dibagi tiga. Karena ketiganya telah mengaku, Syaiful pun mengadukan AMN kepada wali kelasnya.
“Mereka bertiga sempat disidang gurunya, dan sempat adu mulut di depan rumah, lalu pada Jumat 17 Februari pagi si AMN menjemput ke rumah untuk menyelesaikan masalah mereka, katanya handphone Syaiful ada di rumah AMN, karena itu mereka berangkat sekolah bareng,” imbuh Nurhasan.
Nurhasan melanjutkan, saat di jalan, Syaiful diajak ke Perumahan Bukit Cinere Indah. Di sana, Syaiful pun dihajar dengan cara ditusuk AMN menggunakan pisau dapur yang sengaja dibawa dari rumahnya.
“Berangkat jam 06.30 WIB pada Jumat itu, lalu menurut pengakuan Syaiful hanya AMN yang menusuk, saat sudah terjadi semua, keponakan saya berlumuran darah, hebatnya keponakan saya kuat berdiri jalan minta pertolongan, saking enggak kuat dia jatuh ke parit, lalu langsung ditemukan satpam perumahan, sudah kehilangan banyak darah dibawa ke RS Prima Husada, karena alat-alatnya enggak cukup, lalu dirujuk ke RS Fatmawati,” tandasnya. (abe)
(Ahmad Dani)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.