tragedi sukhoi

Di Depan Ribuan Kader PPP, Wapres Sindir Kinerja Parpol

Bagus Santosa - Okezone
Selasa, 21 Februari 2012 19:59 wib
Ilustrasi (Foto: Koran SI)
Ilustrasi (Foto: Koran SI)

KEDIRI - Partai politik (Parpol) sebagai pilar utama demokrasi diharapkan dapat menciptakan kehidupan politik yang sehat melalui keteladanan dan pendidikan politik kepada masyarakat luas. Namun, publik menilai parpol yang ada sekarang belum bekerja dengan baik. Termasuk perilaku kader parpol yang dinilai bertindak mengemban amanah parpol sebagai pilar demokrasi.
 
Demikian disampaikan Wakil Presiden Boediono pada kesempatan memberikan sambutan dalam acara pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Selasa (21/2/2012).
 
Partai politik sebagai pilar utama demokrasi dan salah satu sumber utama kepemimpinan bangsa,  seharusnya dapat menyiapkan dan menghasilkan kader-kader bangsa yang profesional, jujur, berintegritas tinggi dan berwawasan luas. Bukan malah kader-kader tersebut tersangkut masalah.
 
Dia juga mengatakan, memang demokrasi Indonesia saat ini masih tergolong muda dan masih dalam bentuk yang pas. Namun, itu bukan lalu dijadikan alasan. Malah, ini harus dijadikan sebagai cambuk dalam memperbaiki diri ke depannya.
 
"Kritik tajam masyarakat terhadap kinerja partai-partai politik belakangan ini, baik karena perilaku beberapa kader partai yang tidak amanah, maupun karena kinerja lembaga perwakilan yang belum optimal, tidak perlu membuat kita berkecil hati. Kita harus menjadikannya cambuk untuk semakin memperbaiki diri," terang Boediono.
 
Karena itu partai politik yang baik adalah partai politik yang berproses berdasarkan kaidah-kaidah demokrasi yang sehat dan sekaligus dapat mewujudkan hasil dalam bentuk manfaat nyata bagi rakyat.
 
Karena itu, dia menyarankan agar partai politik tidak selalu terkungkung oleh paradigma atau cara berpikir menang atau kalah, tetapi lebih mengedepankan sikap menarik garis yang tegas antara kebenaran dan kebatilan.
 
"Dalam jangka panjang kebenaran selalu unggul. Konsistensi dalam bersikap membela kebenaran dan menjauhi kebatilan, seperti diamanatkan oleh ajaran Islam, pada akhirnya akan menciptakan sebuah partai yang kuat dan didukung luas oleh rakyat," imbuhnya.

(ful)