Oktober 2012, 22 Tank Leopard Jaga Perbatasan Kaltim-Malaysia

|

Tank Leopard 2A6 Germany (foto: enemyforces.net)

Oktober 2012, 22 Tank Leopard Jaga Perbatasan Kaltim-Malaysia

BALIKPAPAN - Perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Kalimantan Timur, pada 5 Oktober 2012 nanti akan kedatangan satu kompi tank Leopard, sebanyak 22.

Selanjutnya, bila memungkinkan, tahun 2013, wilayah perbatasan Indonesia juga bakal dilengkapi tank buatan Jerman itu sebanyak 88 unit, atau 2 batalion.

“5 Oktober 2012 nanti, akan ada 22 tank Leopard yang bakal menjaga perbatasan Kaltim dengan Malaysia tepatnya di Kabupaten Bulungan, Kaltim,” kata Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Subekti usai kunjungan ke kantor DPRD Balikpapan, Senin malam (26/3/2012).

Bukan hanya itu, TNI rencananya juga akan membentuk batalion Leopard diperbatasan Kaltim dan Kalbar pada 2013 nanti. “Kita pesan 100 tank, nanti sisanya kita alokasikan ke kaveleri di Bandung,” jelasnya.

Menurut Subekti keberadaan batalyon Leopard akan mampu meningkatkan kewibawaan Negara Indonesia dimata negara negara tetangga. 

Dengan keberadaan Batalion Leopard, maka dipastikan kondisi perbatasan Indonesia-Malaysia akan jauh lebih terjaga termasuk soal terjadinya pergeseran patok batas.

“Saya yakin, kalau perbatasan kita kuat, dengan menempatkan Leopard, meraka mau berbuat macam-macam akan berpikir lagi. Jadi tidak mudah lagi melecehkan kita dengan memindah-mindahkan patok batas,” tandas Subekti didampingi Aster Kodam Kolonel Andi Kaharuddin dan Dandim Balikpapan Letkol Mustofa.

Alat  tempur darat tersebut mampu menyaingi persenjataan tank tempur Malaysia yang berbobot hingga 57 ton. Tank Leopard juga memiliki kemampuan melintasi sungai yang dalam serta daerah persawahan atau rawa.

“Tank tempur Malaysia kalau dibandingkan tank lama TNI seperti raksasa dengan boneka unyil. Tank lama kita hanya 30 ton saja. Dengan adanya tank Leopard kita bisa lebih wibawa berat sekitar 62 ton kalau tank Malasia sekitar 57 ton,” ujar Pangdam.

Subekti mengatakan pembentukan batalyon Leopard juga dilakukan Kodam Tanjungpura yang membawahi wilayah Kalimantan Barat dan Tengah. Seperti halnya Kodam Mulawarman membawahi Kaltim dan Kalsel.

Tank-tank tersebut diperkirakan bernilai 280 juta Dolar AS. Satu tank Leopard diawaki empat personel, yaitu satu pengemudi, satu penembak, satu pengisi senjata, dan satu komandan.

“Dengan tiga personel juga sudah bisa jalan dengan salah satu dari mereka menjadi komandan,” sambung Panglima yang sebelumnya adalah Asisten Perencanaan (Asrena)Kasad 2011.

Pangdam menjelaskan, saat ini masih proses pembelian 100 Leopard dari Belanda  dengan persetujuan dari DPR RI.  “Kalau kita beli dari Belanda, tentu kita dapat harga murah dan usia tank tersebut baru 4 tahun serta memiliki kemampuan lebih,” ujarnya Tank Leopold 2A6 adalah tank tempur utama (main battle tank, MBT) Jerman.

Tank ini berbobot 62,3 ton dengan dimensi panjang 7,7 meter, lebar 3,7 meter, dan tinggi hingga kubahnya 3 meter. Kecepatan maksimumnya 72 km per jam. Dengan menggunakan BBM yang dibawanya, Leopard 2A6 sangguh menempuh jelajah 550 km sebelum mengisi BBM lagi.

Kemampuan itu berasal dari mesin diesel MTU MB 873 Ka-501 12 silender berdaya 1,500 HP tenaga kuda pada putaran mesin 2.600 RPM.

Persenjataan utama tank berat ini adalah sebuah meriam Rheinmetall smoothbore L55 120 mm yang ditangan awak yang terlatih sanggup melepaskan 42 peluru per menit. Ia dilengkapi juga dengan dua senapan mesin MG3 kaliber 7,62. Tank juga dilengkapi dengan perlengkapan untuk melihat dan membidik dalam kegelapan (night vision)  yang lebih maju.

Selain itu kata Pangdam, perbatasan Kalimantan juga akan diperkuat oleh 1 skuadron (16) heli serang Cobra Bel 412 dari PT DI dan August 129 Mangusta asal Italia. 

“Tahun ini kita bangun hanggar dan pangkalan di Berau, Kaltim. Anggaran sekitar Rp17-19 miliar,”

ujarnya.

Perbatasan juga akan diperkuat lagi dengan pembentukan tiga battalion roket anti tank yang memiliki daya jangkau 300 km.

(amr)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Polisi Syariah Segel Salon Esek-Esek di Aceh