JAKARTA- Aksi unjuk rasa terkait penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jakarta, kerap berakhir dengan kericuhan atau bentrok dengan aparat kepolisian. Tercatat ada beberapa kericuhan saat demo penolakan kenaikan harga BBM. Sebut saja, kericuhan di wilayah Gambir Jakarta Pusat, Salemba, Jakarta Pusat dan Gedung DPR Jakarta Selatan.
Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, polisi telah mendapat sejumlah informasi, di antaranya keterlibatan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam aksi kericuhan tersebut.
Rikwanto, sangat menyayangkan beberapa oknum LSM yang memang sengaja mendatangkan rekan-rekan dari luar Jawa. "Memang kita sayangkan sekali, ada beberapa oknum LSM yang memang sengaja mendatangkan rekan-rekannya dari luar Jawa, untuk suatu tujuan tertentu dan ternyata itu terbukti setelah kita tangkap beberapa berasal dari berbagai wilayah di Indonesia," kata Rikwanto, di Jakarta, Senin (2/4/2012).
Kata Rikwanto, Demonstran berasal dari Kendari, Jambi, Jombang, Palu, Cirebon, Bandung, Indramayu. "Mereka berkumpul untuk membuat kerusuhan, dan sedang kita dalami maksud tujuan tertentu serta motif-motifnya dalam unras menolak kenaikan BBM. Dan kita sedang dalami, siapa yang berperan dalam hal ini," tutupnya.
Sementara itu, Rikwanto menambahkan polisi telah menyita sejumlah barang bukti terkait kericuhan penolakan BBM di Jakarta beberapa waktu lalu.
“Kami sita 2 mobil yang dirusak, 1 mobil yang dibakar, 1 sepeda motor, 20 bom molotov, 10 botol di isi bensin tapi belum dikasih sumbu, 2 ketapel dan beberapa spanduk, termasuk di situ ada beberapa bambu, batu yang digunakan untuk kejadian kerusuhan ada beberapa roda gerobak dan digunakan untuk dibakar," ujarnya.
Selain itu, dikatakan Rikwanto, ada modus baru saat kericuhan. Salah satunya adalah pembakaran roda gerobak. Kata Rikwanto, roda yang dibakar itu untuk dilemparkan ke objek yang mereka rusak.
(Stefanus Yugo Hindarto)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.