DISKURSUS mengenai penolakan masyarakat yang terjadi akhir-akhir ini kian menguat. Penolakan kebanyakan ditujukan pada para pendatang, baik artis maupun tokoh luar negeri. Sebut saja penolakan terhadap Justin Bieber yang memperolok Indonesia. Irshad Mandji dengan pemikiran liberalnya juga ditolak oleh sivitas pendidikan.
Tahun 2012 memang menjadi tahun kunjungan bagi Indonesia. Mulai dari artis, penyanyi, grup band, hingga tokoh luar negeri menyemarakkan panggung Tanah Air. Sebut saja Super Junior. Meski bukan satu-satunya, Suju dianggap sukses mendulang antusiasme masyarakat Tanah Air dalam konser tiga harinya April lalu.
Kehadiran Suju memang tidak ditolak publik Indonesia. Suju tidak hanya memikat remaja Tanah Air, yang sebagian besar adalah remaja putri, dengan korean stylenya; kedatangan mereka juga tidak mengundang kontroversi di masyarakat.
Kondisi ini berkebalikan dengan satu artis yang akan menggelar konser 3 Juni mendatang. Ya, Lady Gaga. Penyanyi yang hendak berolah suara di Gelora Bung Karno (GBK) tersebut menuai banyak kontroversi. Lady Gaga dinilai banyak kalangan tidak layak untuk menginjak panggung Indonesia. Kenapa? Meski belum ada analisis resminya, suara yang beredar di masyarakat menilai, Lady Gaga kerap menyajikan suguhan konser dengan hal yang tidak sesuai dengan kearifan lokal Indonesia.
Dalam hal pakaian, salah satunya. ‘Buka-bukaannya’ Lady Gaga oleh beberapa pihak dinilai sudah melewati batas. Walhasil, meski ada pengalihan sasaran konser yakni masyarakat 18+, hal ini tetap tidak mengurangi kesatuan masyarakat untuk menolak konser sang Lady.
Hal lain, muncul dari konten lagu Lady Gaga. Dalam sebuah situs online disebutkan, masyarakat Filipina pun menolak kehadiran Lady Gaga ke negerinya. Hal ini disebabkan lantaran isi lagu Lady yang sarat akan pemojokan terhadap ras atau agama. Mereka tidak ingin kehadiran Lady Gaga di panggung hiburan malah mengancam moral masyarakatnya.
Tarik ulur nasib Lady Gaga di tanah air memang belum final. Kajian dan analisis masih terus dilakukan oleh masyarakat maupun elit pemerintahan. Tak sedikit pula masyarakat yang pro terhadap gelaran konser Lady Gaga ini. Dengan dalih kebebasan dan hak asasi, mereka mendukung kunjungan sang Lady.
Jati Diri Kebangsaan
Mungkin masih ada sebagian masyarakat di negeri ini yang bertanya-tanya. Kenapa mesti menolak artis ini, tokoh itu? Bukankah dengan mereka ‘mau’ mengunjungi negeri ini dan menggelar ‘lapak’ di sini adalah bukti pengakuan akan eksistensi negeri kita?
Bangsa kita bukan bangsa sembarangan. Bukan kolot pula. Artinya, Indonesia tetap menerima inovasi dan hal baru yang berasal dari luar negeri. Menerima, bukan berarti menelan mentah seluruhnya. Menerima, dengan tetap memilah. Jika tidak, sama saja negeri ini terjajah. Tak memiliki sedikit pun independensi untuk bersikap.
Negeri ini negeri yang cerdas. Setidaknya, penolakan inilah salah satu buktinya. Negeri ini negeri yang berani. Penolakan itulah buktinya. Penolakan itu pertanda masih dipegangnya norma agama, kesopanan, maupun nilai moral masyarakat. Penolakan Lady Gaga, maupun tokoh luar negeri lain bukan merupakan indikasi kekolotan bangsa. Ibarat tubuh, jika ada zat asing dan diindikasi berbahaya masuk, maka akan muncul reaksi yang menjadi anti dari zat tersebut.
Kitalah tuan rumah di negeri ini, Indonesia. Kita berhak menyortir sesiapa yang hendak memasuki rumah kita. Bukan dalam artian jual mahal, pengecut, pelit, atau ketinggalan zaman. Di negeri ini banyak tersimpan benih-benih generasi yang membutuhkan asupan bergizi dari bangsa ini. Ya, anak bangsa. Selayaknya mereka mendapatkan tontonan dan tuntunan terbaik agar kelak mentalitas terbaiklah yang mereka miliki. Pencemaran pemikiran mereka hanya akan berdampak pada destruksi generasi bangsa.
Memang benar telah 104 tahun bangsa ini bangkit sejak 1908 lalu. Memang benar telah 66 tahun kita merdeka. Seyogianya tidak perlu lagi kita alot pada tarik ulur masalah Lady Gaga dan ‘pendatang’ luar negeri lain yang jelas membawa nilai bertentangan dengan Pancasila atau kearifan lokal bangsa.
Sofistika Carevy Ediwindra
Aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)
Mahasiswa Sampoerna School of Education (SSE) Jakarta
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.