POLHUKAM

Edo Kondologit: Jangan Kaget Papua Merdeka

Minggu, 24 Juni 2012 08:27 wib
Mustholih - Okezone
Ilustrasi Ilustrasi

JAKARTA - Musisi asal Papua yang terjun ke dunia politik, Edo Kondologit, menyebut banyak kekuatan besar yang sengaja memelihara kekerasan tetap merebak di Bumi Cendrawasih. 
 
Menurut Edo, kekuatan itu merekayasa kekerasan demi kekerasan dengan tujuan mengambil kepentingan ekonomi di tanah Papua.

"Keadaan di Papua sengaja diciptakan. Dibuat Papua agar tidak ada hukum," kata Edo Kondologit di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (23/6/2012).

Edo mengatakan, omong-kosong kekerasan di sana terjadi akibat perbuatan warga Papua. Dia menegaskan jumlah penduduk Papua yang relatif kecil tidak mungkin membuat banyak aksi kekerasan.
 
"Penduduk Papua itu berapa sih. Itu kan masih bisa dihitung," tegas Edo.

Papua seperti tidak pernah lepas dari aksi kekerasan berdarah. Terakhir, 14 juni, kerusuhan terjadi di Jayapura, akibat Ketua I Komite Nasional Untuk Papua Barat (KNPB), Mako Tabuni, tewas ditembak aparat.

Kata Edo, pemerintah pusat memang tidak berani mengambil sikap tegas untuk Papua. Dia berpendapat jika kekerasan-kekerasan tersebut dibiarkan berlarut-larut, bukan tidak mustahil Papua bakal mengikuti jejak Timor Leste.
 
"Di Jakarta sendiri tidak ada presiden yang tegas. Jangan kaget kalau Papua ingin merdeka. itu wajar. Bisa jadi Papua bisa seperti Timor Timur," ujarnya.

Edo menyebut ada kekuatan militer yang bermain di Papua. Selain itu, Amerika Serikat melalui perusahaan tambang Freeport juga punya kepentingan dengan mengeruk kekayaan Papua. "Freeport bayar pistol untuk keamanan hingga jutaan. Siapa yang merekayasa semua," katanya.

Edo sendiri berharap kekerasan bisa segera dihentikan. Dia berkeinginan keberagaman bisa bertumbuh subur di bumi Papua.
 
"Bicara Papua saya selalu marah, emosi, gemas, dan geram. Saya ingin Indonesia tetap sebagai bangsa utuh yang menghargai keberadaan Papua," katanya.
(abe)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
  • pradha basu » 0 Tanggapan
    Saya setuju dasar dengan edo.K..tpi solusi utk merdeka saya kira kurang pas,krn berdasar sejarah,mau tak mau papua bukan kepentingan indonesia saja,tpi bangsa asing.. Sokarno dilengserkan krn papua khususnya freeport.. Hanya dengan delegasi anak daerah duduk di dewan untuk membuat gerakan nasionalis dgn mempertahankan freeport sebagai aset bangsa bukan pihak asing.. Dan saat ini freeport semakin berharga krn kandungan uranium yg "gila".. Hingga banyaknya agent dan tentara bayaran dri pihak asing ke papua..dan "pembelian" moralitas pejabat qt utk kontrak freeport.. Apapun itu,NKRI yg solid akan membawa kemajuan bagi qt semua,,ingat sokarno pernah korbankan kedudukan,nyawa,dan harga diri demi papua..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Marthin » 0 Tanggapan
    Saya sangat setuju Papua sangat maju karena bergabung dengan RI, hanya yang masih parah adalah korupsi oleh orang2 asli Papua dan keadilan hukum.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Marijon » 0 Tanggapan
    Mungkin Ibukota Negara Perlu di pindahkan Ke Papua Supaya Papua Cepat Maju dan Masyarakatnya Sejahtera.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • jazuli » 0 Tanggapan
    Biarkan Papua merdeka, biarkan penduduknya mengatur wilayah mereka sendiri sehingga mereka bisa hidup aman, tenteram dan damai. Kita harus belajar dari sejarah Timor Timur.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • sifone » 0 Tanggapan
    saya setuju para putra-putra papua belajar meningkatkan SDM dan kembali kedaerah membangun papua....dengan pemikiran2 yang lebih maju bisa membuat masyarakat disana lebih pintar dan tidak mudah dibodohi oleh orang2 yang hanya mementingkan diri sendiri. bukankah para pemimpin daerah putra asli papua? kenapa hanya menyalahkan pemerintah pusat saja? apa mau mereka dipimpin dari orang luar papua yang mempunyai integritas dan kompeten? yang bisa membuat papua lebih maju? kalau maju kurangi rasa kedaerahan yang fanatik. tidak hanya dipapua di sumatera , kalimantan bahkan dijawapun yang masyarakatnya mengisolasi diri juga tidak maju.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • brutal » 0 Tanggapan
    klo mau berbicara masalah Papua, kita HARUS bicara dari masa dahulu hingga kini.... jadi, cuma orang2 yg SANGAT-SANGAT MENGERTI akan keberadaan Bangsa Papua dari masa Indonesia BELUM MERDEKA hingga sekarang, yg bisa/sanggup berbicara ttg masalah Papua. oleh krena itu, coba anda2 yg suka berkomtar ttg Papua (komentar yg TIDAK-TIDAK) lebih banyaklah mencari referensi untuk bisa beradu argumen supaya ke depan Papua mau dibawa kemana.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Dacho » 0 Tanggapan
    sy tdk dpt berbicara lebih banyak,ini cuma kritik.. ada yang mengatakan papua tidak merdeka dan ada yg mengatakan papua harus merdeka,sy mau bertanya apakah anda" tdk pernah mengalami masalah dalam kehidupan anda,jika ada..selesaikan dulu dengan keluarga.. barulah mengurus orang lain, undang" pun hanya sebagai pajangan dan tdk pernah ada keadilan. Yoe..K..Tara.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Jansen » 1 Tanggapan
    Saya baru nyadar kalo orang-orang Papua pro-OPM yg komentar disini itu kebanyakan RASIS, merasa ras Melanesia lebih hebat. Pdhl di Indonesia dilarang merasa suku/agama/ras-nya sendiri lebih hebat dari suku/agama/ras orang lain. Mau itu ras Melayu, ras c**a ras Melanesia, apapun itu, gada yang lebih hebat. Semua sama dan sederajat. Dgn sikap rasisme yg tinggi, pantas aja ada yg merasa dgn merdeka semua masalah beres. Saya sendiri merasa, kalopun Papua merdeka, tetep ga akan maju, paling cuman petinggi-petinggi OPM aja yg kaya, rakyat Papua tetep miskin. Coba lihat negara miskin disebelahnya, Papua Nugini, udah berdiri sendiri, masuk persemakmuran Inggris, dibantu Inggris, tetap aja miskin dan ga maju. Masuk peta dunia pun enggak. Sering perang suku juga. Papua pun saya rasa tetap akan sama, mau lepas dari RI atau tidak. Bahkan saya rasa gabung dgn RI malah lebih baik. Skrg udah trilyunan uang digelontorkan dari Pemerintah RI ke Papua, jauuh lebih banyak daripada keprovinsi-provinsi lain, hanya utk membangun Papua. Pemimpin Papua pun, Gubernur-nya harus orang Papua. Ada banyak orang-orang Papua yg jadi menteri dan pejabat di Indonesia. Mau apalagi? Apa yakin kalo merdeka kehidupan akan lebih baik? Atau sama saja? Cuman krn bbrp orang RASIS dan gatau mau berbuat apa, akhirnya menyalahkan pemerintah RI, dan merasa kalo merdeka, semua masalah terselesaikan. Pemikiran yang aneh. Kalau memang ingin membangun Papua, jadilah DOKTER, GURU, DOSEN, TENAGA AHLI, PERAWAT... Kemudian mengabdilah ditanah Papua, jadi Dokter dan mengobati orang-orang Papua, jadi Guru dan mengajari anak-anak Papua. ITU YANG BENAR-BENAR MEMBANGUN PAPUA. Bagaimana caranya membangun Papua dengan senjata seperti OPM? Yang pemimpinnya saja hidup enak diluar negeri? Untung saya masih kenal orang-orang Papua yang mencintai RI dan tidak mau bergabung dgn OPM. Yg dicari itu adalah kesejahteraan, bukan cuman merdeka, atau perang. Benar-benar mengabdi untuk Papua, bukan cuman bikin rusuh. Itulah orang-orang Papua yang saya hormati.
    • sifone
      saya setuju para putra-putra papua belajar meningkatkan SDM dan kembali kedaerah membangun papua....dengan pemikiran2 yang lebih maju bisa membuat masyarakat disana lebih pintar dan tidak mudah dibodohi oleh orang2 yang hanya mementingkan diri sendiri. bukankah para pemimpin daerah putra asli papua? kenapa hanya menyalahkan pemerintah pusat saja? apa mau mereka dipimpin dari orang luar papua yang mempunyai integritas dan kompeten? yang bisa membuat papua lebih maju? kalau maju kurangi rasa kedaerahan yang fanatik. tidak hanya dipapua di sumatera , kalimantan bahkan dijawapun yang masyarakatnya mengisolasi diri juga tidak maju.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Andries B. Worisio » 0 Tanggapan
    saya sangat setuju sama apa yg dikatakan abang edo, konflik di Papua adalah konflik yang diciptakan atas dasar kepentingan yang didasarkan atas dasar enomis ekonomis.. sebagai anak Papua saya ingin menyampaikan kepada bangsa ini, sekalipun kalian pintar dan memiliki marifat yang baik tapi kalian tidak akan pernah bisa untuk memimpin kami orang Papua, kami akan bangkit dan memimpin bangsa kami sendiri. suku/bangsa manapun yang hidup dan hak-hak dasarnyanya tidak bisa dijamin oleh negara pasti akan berpikir untuk mendisintegrasikan diri karena itu merupakan solusi terbaik untuk mencapai kesejahteraan. percuma kami punya potensi SDA yang melimpah tapi diexploitasi untuk kepentingan bangsa lain dan kami terus hidup seperti tikus yang kelaparan didalam gudang beras. maju terus Papuaku.. aku padamu sampai hembusan nafas terakhirku..!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Laa Hami Fee Valdi » 0 Tanggapan
    klo kemerdekaan bsa membuat papua damai, knpa tdak dlakukn sja.. toh, klo ini trus berlnjut, bkannya bnyk nyawa yg terbuang percuma..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • pipin Faturohman » 0 Tanggapan
    jgn slhkn rkyt papua yg mw mrdeka,ini ulh pjbt2 kta yg msih brbudaya kolonial.......kbnykn pjbt2 kta yg gmpng d bwt ssh yg ssh d bwt gmpang yg pnting income pribadi....jgnkn papua atw daerah2 d prbatasan,rkyat b****i pun bsa trpinggirkan trgerus kapitalisme,,,brsabarlah saudara2ku psti akn dtng masa yg lbih baik utk Indonesia Raya!!!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.

getting time ...

 
Berita
Terpopuler
Komentar Terbanyak
BACA JUGA »