POLHUKAM
"Tidak Ada Skenario untuk Turunkan Elektabilitas Golkar"
Sabtu, 30 Juni 2012 10:05 wib
Bagus Santosa - Okezone
Ilustrasi (Okezone)
JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie telah dikukuhkan sebagai calon presiden dari partai berlambang pohon beringin itu setelah sebelumnya mengklaim elektabilitasnya juga meningkat.
Pada kesempatan lain, kadernya Zulkarnaen Djabar justru ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Alquran. Kemudian muncul dugaan ini merupakan skenario pihak tertentu untuk menurunkan elektabilitas Golkar yang sedang meningkat.
Terkait hal ini, Peneliti Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro mengatakan, tidak ada skenario seperti itu. Menurutnya, KPK dalam menetapkan seorng tersangka tentu telah melalui pertimbang matang. KPK bekerja netral tanpa dasar ada pemikiran seperti itu.
“Keterkaitan antara penetapan itu dan dengan ditetapkannya seorang kader menjadi tersangka, itu bukan mendadak,” kata Siti saat berbincang dengan Okezone, di Jakarta, Jumat (29/6/2012) malam.
Dikatakannya, KPK tentu bekerja sesuai dengan fakta yang dikumpulkannya sejak lama dan ketika memang sudah memenuhi dua alat bukti, KPK baru menetapkan seseorang menjadi tersangka.
“Paling tidak, ketika KPK memutuskan seorang jadi seorang tersangka, bukan keputusan yang mendadak, tapi dengan data yang akurat, valid yang sudah terkumpul sejak lama, dan dengan bukti yang cukup langsung diumumkan,” jelasnya. (put)
Berita Selengkapnya Klik di Sini