Kasus Korupsi Alquran Ancam Soliditas Golkar

Rabu, 04 Juli 2012 06:17 wib | Fiddy Anggriawan - Okezone

Ilustrasi (foto: Okezone) Ilustrasi (foto: Okezone) JAKARTA- Politikus Golkar, Zulkarnaen Djabar (ZD) dan putranya Dendy Prasetya (DP) telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi anggaran pengadaan Alquran oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kasus itu disebut-sebut akan mempengaruhi citra partai Golkar secara langsung. Tak hanya itu, soliditas partai Golkar pun terancam akibat ulah anggotanya tersebut. Sebab beberapa kader Golkar mulai terpecah dalam menyikapi kasus korupsi Alquran.

Menurut Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gajah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar, banyak kemungkinan yang akan terjadi pascapenetapan status tersangka terhadap Zulkarnaen. Salah satunya adalah pecah kongsi baik pro dan kontra dalam kasus ini.

"Ada kecenderungan pecah kongsi menjadi dua kubu dan mungkin juga korupsi tersebut tidak bisa menetes ke semua kader Golkar lainnya, sehingga tidak mengakibatkan dampak yang besar di internal Golkar," jelas Zainal saat berbincang dengan Okezone, Selasa (3/7/2012).

Namun, lanjut Zainal, ada juga kemungkinan menjadi hal yang tidak berarti apa-apa, karena ini bisa jadi merupakan permainan individu dan tidak melibatkan pihak lain. "Maka-nya, tidak bisa dikatakan adanya kemungkinan yang pasti karena banyak sekali kemungkinannya," tutupnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Nurul Arifin sangat geram atas keterlibatan Zulkarnaen Djabar dalam kasus korupsi anggaran pengadaan Alquran di Kementerian Agama. Bahkan, Nurul menyebut Zulkarnaen sebagai kader yang brengsek. "Zulkarnaen cuma satu kata, brengsek," jelas Nurul di Gedung DPR. (ugo)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »