Siswi SMP Ditelanjangi di Lapangan karena Pelaku Cemburu

|

Pelaku penganiaya siswi SMP di Bitung (Dok: Sindo TV/Rocky Oroh)

Siswi SMP Ditelanjangi di Lapangan karena Pelaku Cemburu

BITUNG - Empat pelaku penganiayaan dan pelecehan seorang anak baru gede (ABG) perempuan di Kota Bitung, Sulawesi Utara, masih meringkuk di ruang tahanan.

Empat pelaku utama yang semuanya perempuan itu ditahan di sel berukuran 4x4 meter di Mapolresta Bitung. Mereka terbukti menganiaya dan melakukan pelecehan dengan menelanjangi korban, seorang ABG yang masih duduk dibangku kelas 3 SMP.

Kasus kekerasan disertai pelecelahan itu masih hangat dibicarakan warga Sulawesi Utara hingga saat ini.

Pelaku, Sandra Pontolui (32), saat ditemui Mapolresta Bitung, Senin (23/7/2012), mengatakan, penganiayaan tersebut dilatarbelakangi rasa cemburu. Dia cemburu melihat korban, berinisial PK (14), sedang mengobrol dengan lelaki kekasih Sandra.

Korban, yang saat itu sedang berada di warung internet, diseret Sandra dibantu tiga rekannya. PK diseret ke lapangan terbuka. Seluruh pakaian korban dipotong dengan pisau dapur hingga telanjang. Para pelaku juga menendang dan memukuli korban.

“Saya emosi karena dia (korban) sering bertemu dengan pacar saya. Saya lihat di depan rumah mereka sering duduk sama-sama. Di rental, saya tanya dia pelan-pelan. Saya kasih tahu bahwa dia sudah ada pasangan. Kemudian saya emosi langsung tampar dia,” jelas Sandra.

Hal senada dituturkan tiga pelaku lainnya. Mereka mangaku memukuli serta menendang korban. Salah seorang pelaku, Sendy Lompoliu (24), dalam keadaan hamil empat bulan dan memiliki anak perempuan berusia enam tahun. Pelaku lainnya, Orin Pareho (13) masih berstatus pelajar SMP, dan seorang lagi Ivone Jacob (29).

Kapolres Bitung, AKBP Satake Bayu, mengatakan, dengan alasan keamanan, para pelaku dipindah dari tahanan Mapolsek Bitung Tengah ke Mapolresta Bitung. Warga dan keluarga korban berkali-kali mendatangi mapolsekta meminta polisi menyerahkan pelaku.

Bayu menambahkan, pihaknya juga telah melakukan operasi penghapusan video kekerasan dan pelecehan tersebut ke sejumalah sekolah. Meski demikian dari pantauan, video rekaman tersebut masih ditemukan.

Sementara itu para pelaku terancam pasal berlapis, yakni Undang-Undang Perlindungan Anak dan KUHP dengan ancaman penjara hingga 10 tahun.

(ton)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Bus Masuk Jurang, 14 Orang Tewas dan 55 Luka