Perawat Asal Indonesia Diminati di Luar Negeri

Senin, 30 Juli 2012 10:19 wib | Banda Haruddin Tanjung - Okezone

Perawat melakukan aksi damai dengan membagikan bungai di Bundaran HI (foto: Heru H/ Okezone) Perawat melakukan aksi damai dengan membagikan bungai di Bundaran HI (foto: Heru H/ Okezone) PEKANBARU - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Mohammad Jumhur Hidayat, menyatakan, pasar kerja perawat di mancanegara sangat potensial.

"Tinggal kesiapan suplai dari dalam negeri untuk mengisi kebutuhan pasar kerja perawat di luar negeri," kata Jumhur dalam rangkaian Safari Ramadan BNP2TKI V di Pekanbaru, Riau, Senin (30/7/2012).

Dia menyebut, sejak 2008, pemerintah RI dan Jepang bekerja sama dalam penempatan TKI perawat untuk memenuhi kebutuhan 1.000 perawat pasien dan jompo di Negeri Matahari Terbit itu. BNP2TKI telah menempatkan 892 perawat ke Jepang, terdiri dari 392 perawat pasien (nurse)  dan 500 perawat jompo (careworker).

"Kualitas perawat asal Indonesia lebih unggul dibanding asal Filipina," tukasnya.

Dalam hasil ujian nasional yang diumumkan Pemerintah Jepang pada 26 Maret lalu, setelah mereka bekerja minimal satu tahun, TKI perawat yang lulus sebanyak 69 orang terdiri atas 34 nurse (kangoshi) dan 35 careworker (kaigofukushishi). Sedangkan asal Filipina yang lulus hanya 13 orang.

Sebelumnya, dalam dua tahun berturut-turut Indonesia juga mengalahkan Filipina. Pada 2010, perawat asal Indonesia yang lulus ujian nasional dua orang sedang asal Filipina satu orang. Pada 2011, perawat asal Indonesia yang lulus sebanyak 15 orang sedangkan asal Filipina satu orang.

Penempatan TKI perawat ke Jepang merupakan program kerja sama antarpemerintah (G to G) melalui program Indonesia-Jepang Economic Partnership (IJEPA) yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Jepang, saat itu, Shinzo Abe di Tokyo pada November 2006.

BNP2TKI, atas nama pemerintah Indonesia, menindaklanjuti nota kesepahaman dengan Japan International Corporation of Welfare Services (JICWELS) yang mewakili pemerintah Jepang, di Jakarta, pada Mei 2008. Melalui penandatanganan nota kesepahaman itu, BNP2TKI diminta menyiapkan 1.000 perawat untuk Jepang.

Setelah 1.000 perawat terpenuhi, katanya, akan dilakukan kerja sama yang baru untuk kesinambungan penempatan TKI perawat ke Jepang. Sementara negara-negara di kawasan Timur Tengah juga sangat membutuhkan banyak TKI perawat asal Indonesia seperti di Kuwait, membutuhkan sedikitnya 300 perawat.

Jumhur menambahkan, saat ini Jerman juga membutuhkan sekira 7.000 tenaga perawat. (ris)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »