Setelah SBY Lengser, Testimoni Antasari Akan Terbukti

|

Ilustrasi (foto: Okezone)

Setelah SBY Lengser, Testimoni Antasari Akan Terbukti

JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya angkat suara terkait testimoni Antasari. Orang nomor satu negeri ini mengatakan tudingan Antasari menyesatkan.

 

Pengamat politik Ibramsjah mengatakan saat ini akan sulit untuk membuktikan ucapan Antasari.

 

“Kalau sekarang masih banyak yang membelanya (SBY). Nanti setelah tahun 2014 SBY turun, baru dapat dibuktikan,” kata Ibramsjah, saat berbincang dengan Okezone, Kamis (16/8/2012).

 

Lebih lanjut Ibramsjah menambahkan ucapan SBY yang meluap-luap, juga menimbulkan pertanyaan.     “Kalau merasa tidak salah, bukan dia (SBY) yang berbicara. Dan kalaupun Antasari berbohong buat apa,” tukasnya.

Seperti diberitakan, Presiden SBY membantah apa yang disampaikan Antasari Azhar, soal Bank Century. Menurut SBY, apa yang disampaikan Antasari adalah menyesatkan.

"Awal Oktober, SBY memimpin pertemuan yang dikatakan di dalamnya membahas bailout Bank Century. Ini yang akan saya luruskan, karena berita ini disamping tidak benar juga menyesatkan," kata SBY.

SBY mengaku prihatin dalam suasan Ramadan saat ini masih ada yang menyebarkan berita tidak benar. Pernyataan tersebut, SBY mengaku mendengar testimoni Antasari melalui salah satu stasiun televisi nasional.

"Saya prihatin masih ada yang menyebarkan berita tidak benar yang boleh dikatakan kebohongan. Apa berita itu, wartawan sudah mengetahuinya. Berita itu saya dengar dari Metro TV dalam sebuah acara mengangkat berita ini, yang katanya bersumber dari Antasari, mantan ketua KPK, dan mengatakan ini yang terus berkembang," jelasnya.

SBY mengaku sebenarnya saat ini sedang mempersiapkan rangkaian kegiatan untuk peringatan HUT RI ke-67 dan pidato kepresidenan di DPR besok. Dengan penjelasannya malam ini, SBY berharap rakyat mendapt informasi yang benar. Dia juga menyebutkan kalau suka mempermainkan kebenaran sama saja mempermainkan Tuhan.

(ydh)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Jokowi Tak Mungkin Abaikan Kehendak Megawati