Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pengurus NU Geram Dituding Tak Nasionalis

Mustholih , Jurnalis-Sabtu, 06 Oktober 2012 |22:45 WIB
Pengurus NU Geram Dituding Tak Nasionalis
Fahmi H Tohari (Foto: Mustholih/Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang menjadi Wakil Ketua Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fahmi H Matori berkebaratan dituding tidak nasionalis oleh anggota Komisi VII, Dito Ganindito, karena berencana memasukkan Shell dan Badan Usaha Nasional ke dalam tender penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.  
 
Putra mantan Ketua PBNU, Matori Abdul Djalil, itu menyebut tudingan itu tidak berdasar. "Biarkan umat yang menilai, nasionalis mana saya sama pak Dito itu. Jelas-jelas kami ini ngurusin 80 juta Nahdliyin dan 24 Ribu pesantren," tegas Fahmi dalam siaran pers yang diterima Okezone, Sabtu (6/10/2012).
 
Menurut Fahmi, semangat nasionalisme seseorang tidak bisa ditentukan oleh pernyataan anggota DPR RI. "Masyarakatlah yang menjadi penilai yang pas soal itu dengan melihat track record dan kinerja selama ini," terangnya.
 
Fahmi H Matori dituding tidak nasional menyusul langkah BPH Migas menyelenggarakan tender penyaluran BBM bersubsidi. Padahal, kata Fahmi, BPH Migas tetap akan melaksanakan tender sesuai dengan peraturan. "Lagipula, BBM bersubsidi yang akan ditenderkan kurang dari 0,5 persen dari jumlah total kuota BBM bersubsidi yang akan disalurkan pada tahun 2013 nanti," kata Fahmi.
 
Menurut Fahmi, dengan tender ini, BPH Migas justru bisa mendorong kualitas pelayanan SPBU kepada publik. "Karena dibuka untuk yang lain, Pertamina juga akhirnya meningkatkan pelayanan. Buktinya program "Pasti Pas", muncul," jelasnya.
 
Dengan membuka keran tender penyalur BBM bersubsidi, Fahmi menambahkan, ke depan malah membuat banyak perusahaan nasional dan koperasi yang ingin ikut berperan mendistribusikan BBM bersubsidi. Sehingga, kata Fahmi, BBM bersubsidi justru bisa dinikmati masyarakat secara lebih merata.
 
"(BBM bersubsidi) tidak di monopoli Pertamina yang kurang bisa memeratakan cakupan wilayah distribusi dibeberapa daerah di luar pulau Jawa. Dunia ini sangat menderita, bukan oleh kekejaman orang jahat, melainkan karena diamnya orang-orang baik," tandasnya.

(Misbahol Munir)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement