Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tiga Terduga Teroris di Poso Tak Mau Hormat Bendera

Yoanes Lita , Jurnalis-Sabtu, 20 Oktober 2012 |07:24 WIB
 Tiga Terduga Teroris di Poso Tak Mau Hormat Bendera
Ilustrasi
A
A
A

POSO – Tiga terduga teroris yang ditangkap di rumah masing-masing di Desa Watumaeta, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, tidak ingin hormat bendera. Hal itu menjadi tanda tanya warga sekitar.

“Ada beberapa keluhan yang disampaikan warga ke kepala dusun. Salah satunya mungkin karena mereka tidak mau menghormat bendera,” kata Camat Lore Utara, Amos Mondolu di Poso, Sabtu (20/10/2012).

Dia melanjutkan, ketiganya sudah lama tinggal di wilayahnya, tapi selama beberapa bulan lalu mereka berangkat ke Pulau Jawa dan baru kembali sekira sebulan belakangan. “Mereka baru satu bulan ini kembali lagi ke sini (Desa Watumaeta),” pungkasnya.

Tiga terduga teroris, yakni masing-masing berinisial HL (47), MR (42) dan NL (50), masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Lore Utara, pascapenangkapan Jumat kemarin pagi.

Pemeriksaan yang melibatkan Tim Densus 88 dan Satreskrim Polres Poso inipun berlangsung tertutup. Saat sejumlah wartawan ingin mengambil gambar pemeriksaan dan petugas yang berjaga, juga tidak diizinkan dengan alasan keselamatan.

Memang, dengan adanya ketiga terduga teroris, pengamanan di Mapolsek diperketat. Sejumlah petugas kepolisian bersenjata lengkap berjaga-jaga di depan ruang tahanan.

Saat penangkapan ketiganya, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu bilah parang, satu keris, 30 anak panah, sekira 20 buku berisi ajaran jihad, dan selebaran yang berisi ajakan perang terbuka terhadap Densus 88 Anti-Teror.

(Risna Nur Rahayu)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement