SBY Gelar Peringatan Maulid Nabi di Istana

|

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Dok. Okezone)

SBY Gelar Peringatan Maulid Nabi di Istana

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Negara Jakarta, Jumat (24/1/2013) malam.  

 

Kegiatan yang dimulai pada pukul 20.00 WIB dibuka oleh pembacaan ayat suci alquran dibawakan oleh Syamsuri Firdaus, yang merupakan qori terbaik pertama pada MTQ Internasional MABIMS 2012 di Singapura.

 

Sementara, uraian hikmah Maulid Nabi Muhammad dengan tema "Meneladani Akhlaq Rasulullah dalam Kehidupan Bermasyarakat Bernegara" disampaikan oleh Rektor IAIN Raden Intan Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Mohammad Mukri. Menteri Agama Suryadharma Ali juga memberikan sambutan. Dan doa penutup dibacakan oleh Ketua Lembaga Dakwah NU Jakarta Zaky Mubarok.

 

Dalam kesempatan tersebut, Presiden SBY dalam pidatonya menyampaikan pesan, harapan dan ajakan kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya kepada para pemimpin negeri ini untuk meneladani sikap Rasulullah. "Perlunya kita meneladani sikap, pemikiran dan perilaku Rasulullah," ujar SBY.

 

SBY juga mengatakan bahwa para pemimpin hendaknya meniru yang dilakukan Rasulullah yang tidak hanya menggunakan kata-kata semata melainkan juga dengan perbuatanya. "Beliau selalu menjadi dan memberi contoh melalui perbuatannya. Bukan hanya melalui kata-kata," tuturnya.

 

Oleh karena itu, pada peringatan Maulid Nabi ini, SBY juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama menjalankan beberapa poin seperti dalam hal kerukunan beragama. "Kalau kita ingin negeri kita rukun dan bersatu, serta penuh dengan toleransi, marilah kita memberi contoh secara nyata agar semua itu bisa terwujud," kata SBY.

 

SBY juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah melakukan kekerasan horisontal dan konflik komunal. Tak hanya itu, SBY juga menyindir terkait pemberantasan korupsi.

 

"Kalau kita ingin hukum di negeri ini tegak dan korupsi dapat kita cegah dan berantas, marilah kita memberi contoh dan berjuang dengan gigih agar sasaran itu dapat kita capai," katanya.

 

"Kalau kita ingin radikalisme dan ektrimisme tidak berkembang di negeri ini, karena hanya membuat kehidupan masyarakat tidak tenang,  marilah kita memberi contoh agar hal-hal buruk itu tidak terjadi. Kalau kita ingin di negeri ini tidak ada penggunaan kekuasaan yang sewenang-wenang, kita semua, yang memegang kekuasaan, harus mencegah pada diri kita sendiri untuk tidak melakukan penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan itu," papar SBY.

(hol)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Polisi Tangkap 4 Orang Terduga Teroris di Solo