Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Evakuasi di Freeport, SBY Harus Tiru Presiden Chili

Tri Kurniawan , Jurnalis-Sabtu, 18 Mei 2013 |07:28 WIB
Evakuasi di Freeport, SBY Harus Tiru Presiden Chili
Lokasi runtuhnya terowongan area Big Gossan (foto: Freeport)
A
A
A

JAKARTA- Sebanyak 23 orang pegawai PT Freeport Indonesia, masih terjebak dalam runtuhnya tambang bawah tanah di area Big Gossan. Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turun tangan dalam proses evakuasi.

"Kami mendesak agar Presiden segera mengerahkan seluruh kekuatan bangsa dan memimpin langsung proses evakuasi penyelamatan 23 orang pekerja Freeport yang masih terjebak dalam runtuhan tambang," kata Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, Jumat (17/5/2013).

Andi menyesalkan lambannya sikap pemerintah pusat dalam menangani masalah itu dan SBY yang hingga kini belum turun tangan. Kondisi ini, menurutnya, jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Presiden Chili atas kasus serupa.

"Ini sangat berbeda dengan Chili, semuanya all out. Padahal, kasusnya sama dengan Papua," ungkapnya.

Dia meminta, pemerintah menginvestigasi kasus itu dengan melibatkan tim independent dan KSPSI. Andi mempertanyakan, bagaimana musibah itu bisa terjadi saat karyawan sedang diklat di ruangan diklat. "Ada apa ini bisa terjadi," terangnya.

Kata Andi, harus ada keseriusan pemerintah dalam mengevakuasi korban dan mengusut tuntas kejadian yang menimbun sebanyak 38 pekerja. Bila perlu, lanjutnya, pemerintah meminta bantuan asing.

"Menteri saja tidak turun langsung ke sana. Bagaiamana musibah besar seperti ini tidak ada perhatian serius dari pemerintah," pungkasnya.

Tragedi di area Big Gossan terjadi pada 14 Mei lalu. Hingga saat ini, sudah berhasil diselamatkan 15 orang, dengan rincian lima meninggal dunia dan 10 perlu perawatan karena cedera. Sisanya masih dalam proses evakuasi.

(Tri Kurniawan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement