Kasus Penggelapan Emas BRI Segera Disidangkan

Kamis, 13 Juni 2013 12:11 wib | Awaludin - Okezone

JAKARTA - Kasus penggelapan emas yang dilakukan oleh dua karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI), yakni Staf Keuangan Kanwil BRI Jakarta Selatan berinisial AM dan Kepala Bagian Administrasi Kredit, RTA, dinyatakan sudah lengkap dan siap untuk disidangkan (P21).
 
Hal itu dikatakan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Toni Harmanto, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (13/6/2013). "Untuk berkas dua tersangka karyawan BRI sudah dinyatakan P21 pada hari Selasa (11/6) lalu," ujarnya.
 
Selain itu, penyidik juga sudah melimpahkan tahap kedua, yakni memberikan berkas dan barang bukti ke pihak Kejaksaan pada Kamis pekan lalu. "Dan saat ini, keduanya sudah kewenangan pihak kejaksaan," lanjutnya.
 
Untuk satu orang tersangka lagi, yaitu mantan Wakil Pimpinan Wilayah (Wapimwil) BRI Jakarta Selatan, RA, hingga saat ini masih menunggu pihak Kejaksaan untuk dinyatakan sudah P21. "Masih menunggu konfirmasi kejaksaan untuk dinyatakan P21," pungkasnya.
 
Perlu diketahui sebelumnya, nasabah BRI, Ratna Dewi melaporkan dugaan penggelapan logam mulia senilai Rp32 miliar yang diduga melibatkan karyawan BRI ke Polda Metro Jaya, 8 November 2012, lalu.
 
Dalam kasus ini, penyidik Polda Metro telah menahan tiga tersangka, yakni Wakil Pimpinan Wilayah BRI Jakarta Selatan, RA, Staf Keuangan Kanwil BRI Jakarta Selatan, AM dan Kepala Bagian Administrasi Kredit, RTA.
 
Para tersangka dikenakan Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun.
(ful)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

 
Berita
Terpopuler
Komentar Terbanyak
BACA JUGA »