JAKARTA - Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, sejumlah partai politik (parpol) kian gencar mengatur strategi untuk meraih simpati rakyat. Pertarungan di kancah politik memang kian sengit apalagi pada tahun politik saat ini.
Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, menceritakan pengalamannya saat melakukan safari Ramadan ke Kalimantan Barat, beberapa waktu lalu. Kata dia, ada seorang penceramah yang memberikan tausiah menyangkut sebuah kompetisi yang tak jauh beda dengan pertarungan di kancah politik.
"Dia bilang manusia itu di pertandingan atau kompetisi itu bagus, karena dia ketika mengejar sesuatu seperti kesetanan. Yang dimaksud kesetanan, yakni sama seperti setan yang mengganggu manusia, itu tidak pernah menyerah, jadi kegigihan setan itu patut di contoh," kata Wiranto di tengah-tengah acara buka puasa bersama di Kantor DPP Hanura, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7/2013).
Mengutip pernyataan ustadz yang tidak disebutkan namanya, calon presiden Partai Hanura itu mengatakan, setan itu ketika berkompetisi tidak saling menjatuhkan. Pasalnya, tidak pernah ada cerita kalau ‘tuyul’ itu berantem dengan ‘pocong’.
"Dan setan itu juga kalau tidak bisa menyelesaikan sendiri. Setan itu akan melakukannya secara berkelompok. Setan juga dalam melakukan segala sesuatu tidak mendapat imbalan," tukasnya.
Wiranto menegaskan, dirinya tidak mengajarkan untuk meniru perilaku setan. Tetapi, yang perlu diperhatikan sikap kesetanan itu yang berujung pada kegigihan untuk mendapatkan sesuatu. Jika dikaitkan dengan politik, tentu Hanura harus memiliki kegigihan untuk memenangkan Pemilu 2014.
"Saya kira bukan berarti saya mengajari perilaku setan, tapi intinya kita kesetanan (kegigihannya) boleh, tapi jangan ikut setan. Pertandingan masih ada, masih ada luang waktu, marilah kita update ini semua," pungkasnya.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.