JAYAPURA - Sekjen Palang Merah Indonesia (PMI), Budi Adiputro, meminta agar pemerintah dan penanggung jawab keamanan untuk memberi perlindungan bagi anggotanya yang berada di wilayah konflik seperti Papua. Permintaan itu menyusul penyerangan mobil ambulans yang diisi oleh relawan PMI di Distrik Mulia, Puncak Jaya pada 31 Juli lalu.
“Relawan PMI yang berada di daerah konflik seperti di Puncak Jaya harus dilindungi, supaya kejadian ini tidak terulang kembali,” ujarnya di Jayapura.
Atas penyerangan itu Budi Adiputro, menggelar pertemuan terbatas dengan TNI dan Polri. Pihaknya mengutuk keras pelaku dan berjanji akan mengawal kasus tersebut hingga tuntas.
Seperti diberitakan, tiga relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Puncak Jaya, Papua dihadang dan ditembaki oleh gerombolan orang bersenjata saat akan mengevakuasi warga dari Tinggi Nambut menuju RSUD Mulia. Akibat penyerangan itu, seorang anggota PMI tewas di tempat.
Ketiganya menumpangi mobil ambulans menuju lokasi evakuasi. Namun setibanya di Jalan Puncak Senyum, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, mobil mereka diberondong peluru oleh warga sipil bersenjata dari atas bukit.
Eri Wonda langsung tewas di lokasi kejadian akibat luka tembak di pipi kanan dan mulut. Sedangkan dua rekannya, Darson Wonda, penyetir ambulans, tertembak di lengan kiri, dan Frits Baransono terkena tembakan di lengan dan pinggang sebelah kanan.
(Risna Nur Rahayu)