Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ahok: Indonesia Setelah Reformasi di Ambang Bahaya

Mustholih , Jurnalis-Sabtu, 01 Maret 2014 |19:34 WIB
Ahok: Indonesia Setelah Reformasi di Ambang Bahaya
A
A
A

JAKARTA- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menyatakan Indonesia paska reformasi 1998 berada di ambang bahaya. Ahok, sapaan akrabnya, menyatakan sentimen primordialisme di Indonesia begitu kental setelah reformasi bergulir.
 
Menurut Ahok, masyarakat banyak menggugat pondasi Indonesia yang sudah disepakati pada 1945. Sebagai contoh, kata Ahok, dulu awal Indonesia merdeka, mayoritaas muslim ikhlas menghilangkan tujuh kata dalam sila pertama Pancasila.
 
"Tapi sekarang, PBB mengkampanyekan akan memperjuangkan tujuh kata itu. Bahaya bangsa ini ada di pondasi," kata Ahok di  diskusi bertema Reformis Hibrida, Reformis Horizontal di Jakarta Teater, Jakarta Pusat, Sabtu (1/3/2014).
 
Tujuh kata yang dimaksud Ahok ada di Piagam Jakarta. Padahal, kata Ahok, masyarakat Indonesia begitu beragam.
 
Dia berkisah soal Presiden pertama, Soekarno, yang dengan berani memutuskan memilih menghentikan pembangunan Masjid Istiqlal dan tetap melanjutkan pembangunan Monas dengan alasan keterbatasan biaya.
 
"Karena, pembangunan Istiglal akan tetap berjalan karena bakal disokong umat muslim. Sementara, Monas tidak mungkin," ujar Ahok menambahkan.
 
Ahok berkisah bangga bisa menjadi bagian Pemerintah DKI Jakarta. "Saya bersyukur, mungkin saya ditakdirkan untuk menjadi bagian yang bisa menentukan NKRI," ujar Ahok.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement