Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
TKW Terancam Dipancung

Bayar Diyat Sama Saja Jual Beli Nyawa

Tegar Arief Fadly , Jurnalis-Kamis, 27 Maret 2014 |07:08 WIB
Bayar <i>Diyat</i> Sama Saja Jual Beli Nyawa
A
A
A

JAKARTA - Sejumlah elemen masyarakat menggalang dana untuk menyelamatkan nyawa Satinah, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Semarang yang terancam hukuman pancung di Arab Saudi.
 
Pemerintah Arab bersedia membebaskan Satinah dengan syarat membayar diyath tujuh juta Real, atau setara Rp21 miliar.

Satinah bukan satu-satunya TKW asal Indonesia yang terancam hukuman mati di Arab. Ada 40 TKI yang bernasib sama dengan Satinah.

Komisi IX DPR RI, yang membidangi masalah ketenagakerjaan pada dasarnya tidak sepakat dengan cara Pemerintah Indonesia yang bersedia mengupayakan pembebasan TKI dengan membayarkan sejumlah uang. Sebab, hal itu sama dengan jual beli nyawa.

"Saya tidak sepakat dengan penyelesaian masalah vonis mati di Saudi dengan bayar diyath. Harus ada pembelaan hukum yang serius dari pemerintah," kata anggota Komisi IX DPR RI, Rieke Diah Pitaloka kepada Okezone, Rabu (26/3/2014) malam.

Seharusnya, kata politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini, pemerintah memaksimalkan upaya pendampingan serta diplomasi kenegaraan. Bukan malah langsung menerima tawaran diyath tersebut.

"Apabila pemerintah tak berikan perlindungan dan pendampingan hukum secara optimal, sebagai kompensasi dari kelalaian, maka dalam kasus Satinah bayar diyath adalah keharusan," ujarnya.

Rieke menilai, tidak pernah ada keseriusan dari pemerintah dalam menangani masalah TKI. Dari sisi pendanaan saja, Rieke mencatat justru mengalami penurunan. Pada 2013, dana perlindungan TKI di seluruh negara perwakilan sebesar Rp124.313.022.000 dan pada 2014 sebesar Rp99.375.149.00.

"Sementara anggaran perlindungan KBRI (Kedutaan Besar RI) di Riyadh, Arab Saudi pada 2013 sebesar Rp9.853.108.000, dan pada 2014 sebesar Rp5.500.002.000," paparnya.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement