BANDUNG - Psikiater dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Teddy Hidayat, menyebut ada tiga tipe pengidap pedofilia, dari memberikan iming-iming hingga memaksa dan membunuh.
Pertama adalah immature pedofilia. “Tipe immature pedofilia yang ini, dia tidak bergaul dengan orang dewasa,” jelas Teddy dalam diskusi di RSHS, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/5/2014).
Ia melanjutkan, ruang lingkup pergaulan pengidap immature pedofilia terbatas. Dalam melancarkan aksinya, pelaku tipe ini membujuk rayu para korban. “Misalnya memberi permen atau mengajak main game,” ungkapnya.
Tipe kedua, sambung dia, regresi pedofilia. Pengidap pedofilia tipe ini biasanya memiliki pasangan, seperti istri. Namun di saat bersamaan, yang bersangkutan juga memiliki hasrat seksual terhadap anak kecil.
“Tipe seperti ini biasanya enggak pakai iming-iming, langsung sikat, paksa,” ucapnya.
Untuk tipe regresi pedofilia, biasanya istrinya hanya sekadar jadi 'pajangan'. “Gairah seks (dengan istrinya) tidak muncul. Ia munculnya dengan anak kecil,” jelasnya.
Tipe terakhir adalah reagresif pedofilia. Ini termasuk karakter pedofilia mengerikan. “Selain pedofil, ia juga antisosial. Habis melakukan, korbannya dibunuh,” tuturnya.
Teddy mengaku belum mengetahui pasti penyebab seseorang bisa menjadi pedofilia. Namun berdasarkan literatur yang ada, para ahli cenderung melihat pengidap pedofilia memiliki pengalaman kekerasan seksual saat masih anak-anak.
“Menurut para ahli, ini yang pengaruhnya paling besar,” tandasnya.
(Anton Suhartono)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.