Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Puan Maharani Dicekoki Jamu

Mohammad Saifulloh , Jurnalis-Kamis, 02 April 2015 |20:00 WIB
Kisah Puan Maharani Dicekoki Jamu
A
A
A

JAKARTA - Belakangan ini Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) sibuk mempromosikan jamu. Puan mengajak sejumlah pejabat pemerintahan untuk menyosialisasikan minum jamu. Bahkan dia mengajak puluhan ribu anak sekolah untuk minum jamu di alun-alun Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Lalu, kenapa Puan terus mempromosikan jamu?

“Jamu adalah warisan bangsa yang perlahan mulai tergusur dengan obat-obatan herbal dari negara lain. Kebiasaan minum jamu sudah ada sejak dulu kala, sudah ada sejak Majapahit, bahkan dalam relief Borobudur juga ada. Tapi kita bukan bicara soal sejarah, yang kita bicarakan adalah masa kini. Apa yang bisa kita lakukan saat ini, menjaga warisan budaya luhur adalah kewajiban kita,” ujarnya disela-sela kunjungan kerja ke Balai Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan, Kebun Tanaman Obat Dlingo di Tawangmangu, Jawa Tengah.

Jamu bukan barang baru buat puteri Presiden Ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri ini. Dia menuturkan bahwa sejak kecil, ibunya sudah menanamkan kebiasaan minum jamu. Kebiasaan itu tertanam hingga kini. “Dulu saya dicekoki oleh ibu untuk minum jamu. Saya sempat menolak karena rasanya pahit, tetapi lama-lama jadi kebiasaan. Dan ternyata sampai saat ini khasiatnya masih ada,” tutur Puan.

Sekarang Puan mengajak anak-anaknya untuk minum jamu. “Di keluarga saya, sekarang saya mengajari anak-anak dan suami untuk minum jamu. Bahkan setelah menjadi menteri, saya mengajak menteri lainnya untuk minum jamu,” ujar Puan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement