JAKARTA - Nurul Izzah, putri sulung tokoh oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim yang juga salah satu anggota Partai Keadilan Rakyat Malaysia, mengunjungi kantor Komisi Anti Kekerasan dan Orang Hilang (KontraS) untuk meminta dukungan dari Indonesia dalam memperjuangkan perjuangan Demokrasi di negaranya yang dianggapnya masih otoriter.
Nurul Izzah sendiri sempat ditahan pemerintah Malaysia, akibat tuduhan penghasutan terhadap pemerintahan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak.
"Kita tahu bahwa Malaysia memiliki defisit demokrasi dan mengarah menuju kebangkrutan demokrasi. Kedatangan ke Indonesia untuk konsolidasi dengan LSM, aktivis, untuk memperjuangkan demokrasi secara global," kata Nurul Izzah, di Jalan Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (4/3/2015)
Mantan istri keluarga Kerajaan Johor, Raja Ahmad Shahrir itu mengatakan, pemerintah Malaysia membungkam dan memenjarakan orang-orang yang berbeda pendapat dengan penguasa, hampir semua anggota parlemen yang ditahan dari koalisi oposisi,