Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bekasi Belum Layak Jadi Kota Ramah Anak

Bekasi Belum Layak Jadi Kota Ramah Anak
Arist Merdeka Sirait. (Foto: Antara)
A
A
A

BEKASI - Keinginan Kota Bekasi menjadi kota ramah anak dinilai masih belum bisa diwujudkan. Pasalnya, masih ada sejumlah kasus kekerasan terhadap anak di kota patriot itu.

"Saya kira Kota Bekasi belum layak ya. Karena indikator-indikator terlanggar semua. Ada kasus kekerasan pada anak dan masih minimnya ruang bermain untuk anak," ujar Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait beberapa waktu lalu.

Dia merinci beberapa kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kota Bekasi. Salah satu yang paling menyita perhatian masyarakat adalah kasus penelantaran lima anak oleh orangtua kandung sendiri yang terjadi di Cibubur sejak tahun 2014 dan baru terungkap pada Mei 2015.

Selain itu, kasus kekerasan yang diduga terjadi saat Masa Orientasi Sekolah (MOS) yang menyebabkan Evan Situmorang meregang nyawa. Kemudian yang terakhir adalah tewasnya tiga anak di rel kereta api di Duren Jaya.

"Sangat tidak layak, harus ada 31 indikator yang terpenuhi. Ini malah dilanggar semua. Kami jadikan catatan penting untuk Kota Bekasi yang bercita-cita ingin menjadi kota ramah anak," tutur Arist.

Jika ingin tetap menjadi kota ramah anak, Bekasi harus segera berbenah dan mengurangi kasus kekerasan pada anak, membuat ruang terbuka hijau yang disertai tempat bermain anak, serta memenuhi ke-31 indikator lainnya. (Sindonews)

(Abu Sahma Pane)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement