WASHINGTON – Satu tahun lalu dalam pidato di Honolulu, Hawaii, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry menggambarkan arti penting Indonesia sebagai “the promise of democratic future”. Hal ini ditegaskan kembali oleh Kerry beberapa minggu sebelum lawatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke AS.
“Indonesia adalah negara demokrasi ketiga terbesar di dunia dan ada begitu banyak isu penting yang membuat kami prihatin. Kami bekerja sangat erat dalam beberapa bidang ekonomi. Indonesia juga memainkan peran penting terkait ASEAN, isu-isu Laut China Selatan, perubahan iklim dan isu-isu lain,” ujar Kerry, seperti diberitakan VOA, Senin (26/10/2015).
Indonesia dan AS telah menjalin hubungan khusus lewat kesepakatan “US-Indonesia Comprehensive Partnership” atau “Kemitraan Komprehensif Indonesia-AS” sejak tahun 2010, yang ditandatangani langsung oleh menteri luar negeri kedua negara kala itu: Hillary Clinton dan Marty Natalegawa.
Kesepakatan itu meliputi kerjasama politik dan keamanan, ekonomi dan pembangunan, sosial budaya, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi. Beberapa kelompok kerja telah dibentuk untuk mengelaborasi kerjasama tersebut.