JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dianggap belum mampu bila ingin bertransformasi dari partai dakwah yang berideologi Islam menjadi partai yang berideologi nasional.
"PKS ini belum selesai sepenuhnya untuk menjadi partai nasional sejak proses transformasi sejak reformasi 1998," jelas Direktur Eksekutif Indobarometer, Mohamad Qodari dalam diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11/2015).
Menurut Qodari, tak mudah bagi PKS yang berawal dari gerakan dakwah yang dipelopori mahasiswa-mahasiswa untuk menjadi partai yang memiliki kekuasaan.
Terlebih partai yang dahulu dibuat para anak muda ini, menurut Qodari, amat sulit untuk menjadi partai dewasa yang memposisikan dirinya sebagai partai penguasa seperti partai-partai yang sudah berdiri sejak sebelumnya.
"Dari anak muda ke dewasa, dari yang hanya ngaji ke bikin anggaran, dari yang urus import kurma ke urus import sapi, masih gagap untuk posisikan jadi penguasa," pungkas Qodari.
(Susi Fatimah)