JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin seluruh institusi penegak hukum menghormati dan menegakkan hak asasi manusia (HAM), terutama pada jajaran Polri.
"Saya tahu memang polisi saat ini paling banyak diadukan warga ke Komnas. Kapolri juga ada di sini. Perlu adanya upaya-upaya nyata melakukan pembenahan. Saya apresiasi misalnya di Polres Jakut yang serius mengupayakan HAM di lingkungannya," ujar Jokowi dalam pidatonya di Istana, Jumat (11/12/2015).
Tak hanya Polri, Presiden juga berpesan seluruh aparatur pemerintahan tetap menjunjung tinggi HAM.
"Pendidikan HAM di kalangan aparat, masyarakat, sekolah juga perlu. Banyak pelanggaran HAM terjadi karena ketidaktahuan. Saya ingin tegaskan komitmen pemerintah untuk terus menjunjung tinggi HAM," terangnya.
Presiden menegaskan hal itu dilakukan, lantaran HAM merupakan amanah konstitusi serta ingin nilai-nilai kemanusaiaan jadi dasar hubungan pemerintah dengan rakyat. "Bagaimana pemerintah dapat menjamin hak-hak sosial politik budaya," tandasnya.
Di lokasi yang sama, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM), Nurkholis mengungkapkan bahwa pihaknya menerima rata-rata 6.000 laporan pelanggaran HAM setiap tahun selama lima tahun terakhir.
Sepanjang 2015, sambungnya, jumlah laporan yang diterima Komnas HAM melebihi angka 7.000. Dari jumlah tersebut, kepolisian menjadi lembaga yang paling banyak diadukan melanggar HAM. Catatan itu tidak berubah dalam lima tahun terakhir. Dari seluruh laporan itu, Nurkholis mengakui jajaran kepolisian sebagai lembaga yang relatif sering diadukan ke jajarannya.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.