INDRAMAYU - Satu dari lima pelaku teror di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat kemarin berasal dari Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Dia adalah Ahmad Muhazan, warga Desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng.
Ahmad Muhazan lahir pada 5 juni 1990. Di kampungnya, dia biasa dipanggil Azan. Azan adalah anak putra ketiga dari pasangan suami istri Syahroni dan Maenunah. Masa kecil hingga remaja ia habiskan di Indramayu.
Kepala Desa Kedungwungu, Ahmad Fuadi mengatakan, sejak lima tahun terakhir Azan meninggalkan kampung halaman untuk bekerja di Jakarta. Sepengetahuan keluarganya, Azan berdagang ban vulkanisir di Jakarta.
Sehingga saat mendapat informasi Azan terlibat dalam aksi terorisme yang terjadi di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, kemarin, dia terkejut. “Jujur terkejut sekali, kita tahunya dia dagang ban di Jakarta,” ujar Ahmad Fuadi, Jumat (15/1/2016).
Seperti diketahui, tujuh orang tewas dalam serangan bom dan baku tembak yang terjadi di kawasan Sarinah kemarin. Lima di antara korban tewas diduga kelompok melakukan teror, sementara dua lainnya warga sipil.
Polisi menyebut nama Bahrun Naim sebagai dalang di balik teror di Ibu Kota Jakarta kemarin. Naim pernah divonis penjara 2,5 tahun penjara atas kepemilikan ratusan amunisi ilegal. Setelah bebas, ia diberangkat ke Suriah untuk gabung dengan ISIS.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.