Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dua Tokoh Partai Aceh Jadi Pesaing Muzakir Manaf di Pilgub 2017

Salman Mardira , Jurnalis-Rabu, 03 Februari 2016 |15:09 WIB
Dua Tokoh Partai Aceh Jadi Pesaing Muzakir Manaf di Pilgub 2017
Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf dalam Pilgub 2012
A
A
A

BANDA ACEH – Calon gubernur yang diusung Partai Aceh, Muzakir Manaf bakal mendapat saingan berat dari tokoh senior partainya sendiri dalam Pilkada Aceh 2017. Pasalnya dua tokoh Tuha Peut (Majelis Pertimbangan) Partai Aceh ikut maju juga sebagai kandidat Gubernur Aceh 2017-2022.

Keduanya adalah Zaini Abdullah, Gubernur Aceh sekarang, dan Zakaria Saman, mantan Menteri Pertahanan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Baik Zaini maupun Zakaria sudah sama-sama menyatakan diri secara terbuka di beberapa media, akan mencalonkan diri lewat jalur independen (perseorangan) dan siap melawan kandidat dari partainya.

Partai Aceh sendiri sudah memutuskan hanya mengusung ketua umumnya, Muzakir Manaf, sebagai cagub. Namun, dengan adanya Zaini dan Zakaria tentu saja dukungan untuk Muzakir bisa terbelah. Terlebih lagi mereka sama-sama sebagai mantan petinggi GAM.

Zaini merupakan mantan Menteri Luar Negeri GAM, sedangkan Muzakir Manaf adalah mantan Panglima GAM. Zaini dan Muzakir merupakan pasangan diusung Partai Aceh pada Pilgub 2012. Keduanya meraih suara terbanyak dan didapuk sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh. Tapi, belakangan keduanya pecah kongsi.

Menanggapi fenomena ini, Juru Bicara Partai Aceh, Suadi Sulaiman Laweung mengatakan, ini bukan masalah berarti bagi partainya, karena partai lokal yang dibentuk para mantan GAM ini tetap akan memenangkan figur Muzakir Manaf. “Yang jelas Partai Aceh tidak pecah,” tegasnya kepada Okezone, Rabu (3/2/2016).

Menurutnya, semua dewan pengurus Partai Aceh mulai dari pusat, wilayah hingga sagoe (kecamatan) seluruh Aceh bulat mendukung dan mengusung Muzakir Manaf sebagai Cagub. “Di situ kita lihat bahwa kesolidan Partai Aceh Alhamdulillah sampai hari ini masih utuh,” ucapnya.

Terkait dengan Zaini dan Zakaria, tokoh Tuha Peut Partai Aceh yang maju lewat jalur independen, Suadi menilai itu hak mereka sebagai warga negara. “Bagi kita tidak ada apa-apanya, itu hak politiknya, hak warga negara untuk dipilih dan memilih. Kita hidup di negara demokrasi, negara menyediakan hak kepada setiap warganya, jadi bagi kita tidak masalah,” pungkasi Suadi.

(Risna Nur Rahayu)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement