Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Fahira Idris: Perlindungan Anak Belum Punya Sistem yang Komprehensif

Syamsul Anwar Khoemaeni , Jurnalis-Minggu, 08 Mei 2016 |23:13 WIB
Fahira Idris: Perlindungan Anak Belum Punya Sistem yang Komprehensif
Fahira Idris (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Ketua Komite III DPD, Fahira Idris, menyebut kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak cenderung meningkat. Dalam lima tahun terakhir, tercatat perkara yang mengorbankan anak sejumlah 21,6 juta kasus. Dari jumlah tersebut 58 persennya ialah kekerasan seksual dan sisanya kekerasan fisik berupa penelantaran, penculikan dan eksploitasi anak.

"Perlindungan anak hingga kini belum punya sistem yang komprehensif," ujar Fahira melalui akun twitternya @Fahiraidris, Minggu (8/5/2016).

(Baca juga: KPAI Minta DPR Revisi UU Perlindungan Anak)

Senator asal Jakarta itu menilai, upaya perlindungan dan pencegahan masih parsial dan cenderung melemah lantaran belum adanya keberpihakan anggaran. Selain itu, komitmen penegakan hukum atas kasus-kasus kekerasan anak juga dianggap masih rendah.

"Walau Indonesia sudah 13 tahun punya UU Perlindungan Anak, bahkan ada orang tua yang tidak tau sama sekali dengan peraturan ini," imbuhnya.

Fahira menambahkan, saat hari anak nasional 23 Juli tahun lalu, Presiden tidak memaparkan terobosan perlindungan anak. Meski disaat yang sama, orang nomor satu itu mengakui angka kekerasan anak teruk meningkat.

"Perlindungan anak di Indonesia seperti tanpa arah dan komando," tandasnya.

(Rachmat Fahzry)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement